4 September 2026
HomeBerita“Coaching Writing Skill” , Cara SMAN 8 Jakarta Agar Gen Z ...

“Coaching Writing Skill” , Cara SMAN 8 Jakarta Agar Gen Z Jago Nulis

SHNet, Jakarta- Lebih 300 siswa kelas 11 SMAN 8 Jakarta dengan antusias tinggi mengikuti pelatihan menulis atau Coaching Writing Skill  bertema ”Mahir Literasi, Jadi Gen Z Jago Nulis”. Selama kurang lebih 2 jam, pelatihan pertama ini membuka wawasan dan cakrawala siswatentang pentingnya menulis bagi kepentingan mereka. Baik untuk menulis narasi di medsos, esai, dan nantinya menulis secara ilmiah.

Acara yang digelar pada Jumat (04/09/2026) ini mengundang dua pemateri dari kampus Institut Media Digital Emtek (IMDE) yakni drs. Suradi, M.S.i dan Friska Artinus. Persatuan orang tua siswa dengan nama Fokus 28 menjadi penggagas pelatihan ini. Setelah sambutan wakil dari Komite Sekolah, Heri Subiyanto, acara dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, drs. Ubaidillah.

Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, drs. Ubaidillah dalam sambutan singkatnya mengatakan, pelatihan menulis bagi siswa kelas 11 ini sangat penting sekali karena memang sangat diperlukan bukan hanya siswa kelas 11 tapi seluruh siswa. Pelatihan ini akan bermanfaat bagi siswa yang akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Kami berharap, pelatihan ini benar-benar diikuti secara serius, sehingga siswa punya keterampilan dalam tulis-menulis. Dalam kaitan ini saya juga ingin agar ada website di SMAN 8 Jakarta yang berisi hasil liputan dan  tulisan pada siswa,” ujar Ubaidillah.

Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta,drs. Ubaidillah
Anggota Komite Sekolah SMAN 8 Jakarta, Heri Subiyanto

Senada dengan pandangan Kepala Sekolah,  anggota Komite Sekolah SMN 8 Jakarta, Heri Subiyanto menjelaskan  betapa pentingnya siswa memiliki kepandaian atau keterampilan menulis. Sebab sudah beberapa tahun ini sejumlah tes mauk perguruan tinggi, diwajibkan menulis esai. Apalag bila ingin masuk ke perguruan tinggi di luar negeri.

“Kebetulan putra saya, Faustin, yanga baru lulus dari SMAN 8tahun 2026 ini saat mendaftar ke   The University of British Columbia (UBC) Canada, harus membuat esai, baik esai tentang dirinya sendiri maupun esai bertema lain yang ditentukan UBC. Artinya, keterampilan menulis benar-benar penting,” kata Heri.

Lebih lanjut dikemukakan Heri Subiyanto, para siswa kelas 11 SMAN 8 Jakarta beruntung, sebab  ada pelatihan menulis dengan mentor yang sudah sangat berpengalaman. Jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Well-Structured Report”

Sementara itu Ketua Fokus 28 dr. Andike Catur Wulansari, MARS mengatakan, kami dari Panitia Fokus A28 menyadari bahwa kemampuan literasi dan menulis merupakan salah satu fondasi penting bagi kita semua, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin digital.

Koordinator Tim Akademik 28, SMAN 8 Jakartam Ikma Hartanti

Di era saat ini, sebesar apa pun sebuah ide tidak akan memberikan dampak yang optimal apabila kita tidak mampu menyampaikannya melalui tulisan yang runtut, jelas, dan tepat. Berangkat dari keresahan sekaligus kebutuhan tersebut, kami menginisiasi kegiatan ini dengan mengangkat tema: ”Mahir Literasi, Jadi Gen Z Jago Nulis.”

Melalui kegiatan ini,  lanjutnya, kami berharap research ideas yang ada di dalam pikiran kita tidak berhenti sebagai sebuah gagasan, tetapi dapat kita kembangkan menjadi sebuah well-structured report yang mampu dibaca, dipahami, dan memberikan manfaat serta dampak bagi orang lain

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. Suradi, M.Si., dan Bapak Drs. Frisca Artinus dari Institut Media Digital Emtek, yang telah berkenan meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi ilmu, pengalaman, serta wawasan kepada kami ,” ujar dokter yang punya sapaan akrab Andien.

Sedangkan Koordinator Tim Akademik 28, Ikma Hartanti yang sejak lama merancang kegiatan ini pun sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi baik kepada narasumber maupun para siswa yang mengikuti pelatihan menulis,

“Kehadiran Bapak berdua merupakan suatu kehormatan dan kesempatan yang sangat berharga bagi kami. Semoga ilmu yang diberikan pada kegiatan hari ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta, “ ujar Ikma Hartanti.

Ikma Hartanti menggarisbawahi bahwa keterampilan menulis sudah selayaknya dimiliki siswa, khususnya di SMAN 8 Jakarta. Karena dengan kemampuan menulis itu, siswa dapat menjabarkan ide dan juga temuan dari hasil penelitian dalam tulisan yang bagus.

Dosen IMDE, drs. Suradi,M.S,i (kiri) dan rekannya Dosen IMDE, drs. Friska Artinus saat memberikan pelatihan menulis bagi siswa kelas 11 SMAN 8 Jakarta, Jumat (04/09/2026)

Sudah Hasilkan Karya

Pada pelatihan pertama dari rencana tiga kali pertemuan, narasumber yakni dosen IMDE, Suradi dan Friska berusaha menggali seberapa besar perhatian dan kemampuan siswa kelas 11 SMAN 8 Jakarta ini. Dan ternyata saat ditanya siapa saja yang sudah pernah menulis. Sejumlah anak mengangkat tangan tanda sudah memapu menulis.

Para siswa tersebut adalah Gael, Fahad, Ajeng, Annisa, Radita, Galen, Azka, Monang, Aura, Nizam. Mereka ada yang sudah menulis cerita pendek (cerpen), esai, menulis hasil riset untuk lomba, dan ada yang sudah menulis buku. “Wahh luar biasa sekali,” ucap Suradi dan Friska.

Tentu saja kemampuan menulis mereka menjadi contoh bagi siswa dalam pelatihan ini. Artinya, siswa lain pun bisa mengikuti jejak mereka menulis tentang apapun, dlam bentuk apapun, apakah fiksi maupun nonfiksi.

Pertemuan pertama gabungan seluruh siswa kelas 11 bagi pemateri Suradi dan Friska menjadi tantangan tersendiri. Karena itu mereka berdua lebih banyak berdialog dengan peserta sambil menanyakan respons atas materi yang disampaikan.

Respons menarik pun terungkap di pelatihan ini, beberapa siswa menanyakan bagaimana memulai menulis, bagaimana menulis cerpen yang baik, bagimana menulis berita untuk TV, dan yang membuat tercengang, ada pertanyaan bagaimana Tan Malaka menulis? dan apa pendapat pemateri tentang karya monumental Tan Malaka, Madilog atau Materialisme, Dialektika, dan Logika.

Satu-persatu pertanyaan dijawab oleh Suradi dan Friska sambil menyarankan tips menulis baik untuk cerpen, esai, maupun rencana menulis buku. Akan halnya soal Tan Malaka, Suradi yang punya latar belakang pendidikan sejarah, secara ringkas menjelaskan pemikiran dan karya Tan Malaka.

Dosen IMDE, Friska Artinus, saat memberikan materi pelatihan menulis kepada siswa kelas 11 SMAN 8 Jakarta, Jumat (04/09/2026)

Mulai dari yang Dekat

Dalam sesi pelatihan pertama ini,pemateri, Suradi dan Friska memberikan tips praktis memulai menulis yaitu bagaimana kehidupan sekitar kita, baik sekitar sekolah, rumah, lingkungan, dan pertemanan bisa menjadi obyek atau tema penulisn, baik penulisan fiksi dan nonfiksi sambil memberikan beberapa contoh buku.

Namun yang terpenting adalah sebelum menulis, kita harus mempunyai banyak pengetahuan baik dari membaca buku, membaca berita online, mengikuti diskusi, atau mengamati sesuatu, termasuk mengamati tingkah polah teman, guru, pegawai sekolah, dan sebagainya.  “Dari situ pasti banyak ide,” kata Suradi dan Friska.

Di akhir pelatihan, siswa  yang sudah disarankan membawa peralatan tulis dan kertas, diberikan tantangan untuk menulis satu paragraf tentang acara ini. Menuangkan dalam bentuk tulisan dari acara uang kita ikuti, juga bagian dari trik untuk melatih menulis secara mudah. (sur)

 

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU