27 January 2022
HomeBeritaDesa Bukit Layang di Babel Penghasil Udang Galah Berkualitas

Desa Bukit Layang di Babel Penghasil Udang Galah Berkualitas

SHNet, Jakarta – Desa Bukit Layang, di Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikategorikan sebagai desa terpencil. Namun, Desa Bukit Layang punya potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.

Di desa itu, ada pengembangan udang galah, budi daya dan pengolahan ikan gabus, budi daya dan pengolahan ikan lele, perkebunan lada, madu, perkebunan sawit, kerajinan tangan, serta dua lokasi wisata “Kolong Bongman” yang merupakan danau bekas galian timah dan wisata air terjun.

Udang galah di desa tersebut cukup banyak, baik melalui budi daya mau pun hidup liar di sungai yangada di sekitar desa.

Karena itu, seperti ditulis Antara, Desa Bukit Layang menjadi salah satu lokasi yang menarik bagi para pemancing atau nelayan yang ingin mendapatkan udang galah. Udang galah yang hidup di sungai Desa Bukit Layang juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena hidup secara alami.

Dengan keistimewaan itu, tidak mengherankan jika banyak pemancing dari daerah lain, bahkan dari kabupaten lain di Pulau Bangka yang datang memancing udang galah di Desa Bukit Layang.

Namun sebagian penduduk Desa Bukit Layang lebih memilih untuk mengembangkan udang galah melalui budi daya karena ada ancaman keselamatan jiwa berupa serangan buaya jika memancing atau menangkap udang di sungai.

Selain udang galah, masyarakat Desa Bukit Layang juga memokuskan budi daya dan pengembangan ikan gabus dan ikan lele. Setelah dipanen, ikan gabus diolah menjadi kemplang yang pembuatannya dipusatkan di Dusun 3.

Secara umum, kemplang yang diproduksi masyarakat Desa Bukit Layang memang cukup cukup diminati dan banyak dipesan karena memiliki rasa yang gurih dan khas.

Namun, masyarakat Desa Bukit Layang belum mampu memenuhi permintaan tersebut karena bahannya masih didapatkan dari alam dan belum ada budi daya ikan gabus di desa tersebut.

Kemplang ikan gabus ini bisa menjadi oleh-oleh khas Desa Bukit Layang. Peminatnya sangat banyak, selain gurih, ikan gabus ini juga sangat baik untuk menyembuhkan luka.

Sedangkan kerajinan tangan yang dijalankan masyarakat Desa Bukit Layang berupa tas, tikar, dan souvenir lainya. Namun kerajinan tangan itu belum mampu menembus pasar sehingga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

Selain kebun sawit, Desa Bukit Layang juga banyak menanam lada dan menangkar madu yang sering disebut “madu kelulut”.

Namun belakangan, masyarakat di Desa Bukit Layang mulai diresahkan dengan adanya serangan penyakit kuning dan daun kering yang melanda lada yang ditanam.

Sedangkan penangkaran madu kelulut cukup potensial dikembangkan karena prosesnya mudah, lokasi penangkarannya cukup banyak, dan lebah di daerah itu yang ada tidak menyengat manusia.

Namun proses yang dijalankan memberikan hasil yang maksimal karena masyarakat Desa Bukit Layang belum terlalu mengerti tentang teknis budi daya madu.

Padahal pengembangan dan budi daya madu tersebut memiliki manfaat ganda. Selain hasilnya dapat dijual, proses dan lokasi budi dayanya pun dapat menjadi objek wisata.

Wisata alam

Adapun dua potensi lain yang menjadi sumber penghasilan di Desa Bukit Layang berupa wisata alam yakni “Kolong Bongman” dan air terjun “Rembang Bulay”.

Kolong Bongman merupakan danau buatan yang tercipta dari bekas galian tambang timah. Air yang ada di bekas galian tersebut memiliki warna yang biru dan hijau sehingga menarik untuk dijadikan lokasi wisata.

Namun keberadaan danau yang cukup luas tersebut belum banyak diketahui masyarakat luas meski sudah banyak warga yang datang dan dijadikan lokasi selfie atau swafoto.

Sedangkan air terjun Rembang Bulay yang berada di Dusun 2 Desa Bukit Layang juga belum banyak diketahui masyarakat meski lokasinya sangat indah dan layan dijadikan lokasi pemandian.

Bagi masyarakat Desa Bukit Layang, air terjun sangat diminati untuk dikunjungi. Apalagi jika musim hujan karena debit air yang turun semakin banyak. (Victor)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU