SHNet, Jakarta – Industri ritel Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak penting perekonomian nasional. Di tengah perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, hingga tantangan ekonomi global, pelaku usaha ritel dituntut semakin adaptif dan inovatif.
Pesan tersebut mengemuka dalam Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 yang digelar Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Mengusung semangat penguatan perdagangan dalam negeri, IRSE 2026 menjadi puncak rangkaian Bulan Kemerdekaan HIPPINDO dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah diawali melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) August dan peringatan Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI).
Pembukaan IRSE 2026 secara resmi dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso. Hadir pula perwakilan Menteri Pariwisata, Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini, serta Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza.
Sebelum seremoni pembukaan, seluruh peserta terlebih dahulu memanjatkan doa bagi masyarakat di berbagai daerah yang tengah menghadapi musibah dan bencana, termasuk masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur. Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan semangat gotong royong di tengah dinamika ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menyebut, pada triwulan kedua, konsumsi tumbuh 5,6 persen dengan kontribusi sekitar 53,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di atas level 100.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 yang mencapai 5,45 persen juga dinilai menjadi salah satu capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
“Kami berterima kasih kepada para peritel Indonesia yang terus menjadi bagian penting dalam menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.
Menurutnya, industri ritel harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperbaiki pengelolaan stok, sekaligus memperkuat merek dan pengusaha nasional.
Dari sekitar 800 merek yang berada dalam ekosistem HIPPINDO, sekitar 500 di antaranya merupakan merek nasional. Kondisi ini dinilai menjadi kekuatan yang perlu terus dikembangkan untuk memperbesar peran produk dan pelaku usaha dalam negeri.
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga terus mendorong agar ketersediaan barang terjaga dan masyarakat semakin terdorong untuk berbelanja di dalam negeri. Potensi shopping tourism juga perlu dikembangkan agar aktivitas belanja menjadi bagian penting dari pengalaman wisata di Indonesia.
“Di tengah situasi perekonomian global yang masih penuh tantangan, ritel Indonesia telah menunjukkan resiliensi dan terus menopang perekonomian nasional,” katanya.
Airlangga mengapresiasi konsistensi HIPPINDO menyelenggarakan IRSE sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum HIPPINDO sekaligus Ketua Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA), Budihardjo Iduansjah, mengatakan Agustus menjadi momentum penting bagi dunia perdagangan dan ritel Indonesia.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan HIPPINDO dirancang untuk menggerakkan ekosistem perdagangan secara lebih luas, mulai dari pengelola pusat perbelanjaan, peritel, pemasok, produsen hingga pelaku UMKM.
“Bagi HIPPINDO, ritel modern bukan sekadar bentuk toko, tetapi kemampuan untuk terus berubah dan beradaptasi. Teknologi berkembang sangat cepat, perilaku konsumen berubah, dan cara kita berjualan pun harus ikut berubah,” ujar Budihardjo.
Ia mengibaratkan transformasi ritel dengan perubahan industri otomotif yang bergerak dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik. Menurutnya, industri ritel juga harus bertransformasi agar tidak tertinggal.
Melalui IRSE 2026, HIPPINDO mempertemukan berbagai pelaku ekosistem ritel untuk mempelajari perkembangan teknologi, mulai dari artificial intelligence (AI), algoritma, digitalisasi, hingga inovasi dalam metode penjualan melalui kanal offline maupun online.
“Kami berharap IRSE menjadi ruang bagi pelaku ritel untuk terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara-cara baru untuk bertumbuh bersama pusat perbelanjaan, pemasok, produsen, serta UMKM,” katanya.
Budihardjo menambahkan, periode September hingga November biasanya menjadi salah satu masa yang cukup menantang bagi penjualan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diperlukan untuk menciptakan berbagai peluang baru yang dapat mendorong transaksi dan menjaga perputaran ekonomi domestik.
Perkuat Pariwisata
Ketua Pelaksana IRSE 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal HIPPINDO, Haryanto Pratantara, menegaskan bahwa pertumbuhan konsumsi domestik memiliki peran besar dalam mendorong perekonomian Indonesia.
Sektor ritel, kata dia, bukan hanya berperan sebagai saluran distribusi barang, tetapi juga merupakan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja.
Lebih jauh, ritel memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor pariwisata melalui konsep shopping tourism.
“Sebuah destinasi wisata yang kuat memiliki tiga daya tarik utama: objek wisata, kuliner, dan belanja. Indonesia sudah memiliki objek wisata dan kuliner yang luar biasa. Tantangan kita sekarang adalah menjadikan Indonesia juga sebagai destinasi belanja,” ujar Haryanto.
Ia menilai Indonesia harus mampu menawarkan harga yang kompetitif, pilihan produk yang beragam dan lengkap, serta barang yang relevan dengan kebutuhan wisatawan.
Dengan demikian, wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk menikmati destinasi dan kuliner Indonesia, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan berbelanja.
IRSE 2026 sendiri disebut sebagai salah satu pertemuan terbesar industri ritel di Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut menghadirkan 33 sesi seminar dan diskusi dengan target sekitar 4.000 peserta.
Di tengah tren efisiensi yang dilakukan banyak perusahaan, Haryanto menilai investasi tetap menjadi hal yang tidak boleh dihentikan.
“Dalam situasi ekonomi saat ini banyak yang melakukan efisiensi, tetapi yang tidak bisa di-cut adalah investasi,” tegasnya.
HARMONI Awards
Pemenang Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI) Awards 2026
1. SMEs Retail of The Year 2026: PT Alleira Batik Indonesia – Alleira Batik diterima oleh Zaka Hamzah, CEO PT Alleira Batik Indonesia
2. Rookie Retail of The Year 2026: PT Alia Kreasi Mandiri Internasional – Buttonscarves Mifthahul Jannah, Creative Director Buttonscarves
3. Fashion Retail of The Year 2026: PT Buccheri Indonesia – Buccheri diterima oleh Rudianto, CEO PT Buccheri Indonesia
4. Food & Beverages Quick Service Restaurant of The Year 2026: PT Bumi Berkah Boga –Kopi Kenangan diterima oleh Tondi Paulus, General Manager Operasional PT BumiBerkah Boga
5. Food & Beverages Restaurant of The Year 2026: Imperial Group – Imperial Kitchen & Dimsum diterima oleh Ma Wilianto, CEO PT Adicipta Boga Intiprima.
6. Health & Beauty Retail of The Year 2026: PT DFI Retail Nusantara Tbk – Guardianditerima oleh Diky Risbianto, Head of Corporate and Customer Affairs PT DFI RetailNusantara Tbk.
7. Convenience Store Retail of The Year 2026: PT Lancar Wiguna Sejahtera – Lawsonditerima oleh Rani Wijaya, Coorporate Communications General Manager PTSumber Alfaria Trijaya Tbk.
8. Hyper/ Super Market Retail of The Year 2026: PT AEON Indonesia – AEON diterima oleh Sudarmadi Salim, General Manager PT. AEON Indonesia
9. Specialty Store Retail of The Year 2026: PT KiddyCuts Pratama Indonesia – KiddyCutsditerima oleh Cecilia Wirawan, Managing Director PT KiddyCuts Pratama Indonesia.
10. Electronic Retail of The Year 2026: PT Era Blu Elektronik (Erajaya Group) – ErablueElectronics diterima oleh Hasan Aula Deputi CEO Erajaya Group.
11. Big Store Retail of The Year 2026: PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk – AZKO diterima oleh Teresa Wibowo, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.
12. Best AI Usecase Retail of The Year 2026: PT Duta Intidaya Tbk – Watson diterima oleh Lilis Mulyawati Presiden Direktur PT. Duta Intidaya, Tbk.
13. Best Social Commerce Retail of The Year 2026: Boga Group – Pepper Lunch diterima oleh Kusnadi Rahardja President Director Boga Group.
14. Best of The Best Retail by PwC: PT Bumi Berkah Boga – Kopi Kenangan diterima oleh Tondi Paulus, General Manager Operasional PT Bumi Berkah Boga.
15. Lifetime Retail Achievement of The Year 2026 (Brand): Optik Melawai diterima oleh Eddyanto Hadisurjo Managing Director Optik Melawai.
16. Lifetime Retail Achievement of The Year 2026 (Figure): Hendra Arifin diwakili oleh Paulus Arifin
Selain penghargaan pada masing-masing kategori, pemenang Best of the Best HARMONIAwards 2026 akan mendapatkan kesempatan eksklusif untuk menghadiri NRF APAC 2027Expo & Conference di Singapura, termasuk complimentary full conference pass, tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi, serta akomodasi hotel selama tiga malam.
Melalui HARMONI Awards, HIPPINDO berharap penghargaan ini dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas,berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan perdagangan Indonesia.
Penyelenggaraan IRSE 2026 sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Bulan kemerdekaan HIPPINDO tahun 2026. (Stevani Elisabeth)

