19 April 2026
HomeBeritaKerja Sama Internasional NAFA Singapura dan ISI Yogyakarta

Kerja Sama Internasional NAFA Singapura dan ISI Yogyakarta

SHNet, Yogyakarta- Dua kampus seni terkemuka di Asia Tenggara mengadakan pertemuan, kerjasama atau kolaborasi kreatif. Kolaborasi ini bertajuk “The Overseas Immersion Program #2”. Diadakan oleh Jurusan Art Management NAFA Singapura dan ISI Yogyakarta yang berlangsung pada 16 danĀ  19 Juli 2024.

Agenda ini digelar di Gedung Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa (FSR) ISI Yogyakarta. Agenda ini berlangsung meriah diikutioleh 30 mahasiswa dan 8 dosen.

Kegiatan “Overseas Immersion Program” antara Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) yang dibuka oleh Ketua Jurusan Dr. Mikke Susanto M.A. dan sambutan dari dosen NAFA, menawarkan kesempatan unik bagi para mahasiswa untuk memperluas cakrawala artistik dan memperdalam pemahaman mereka tentang keragaman budaya.

Program ini memfasilitasi pertukaran ide dan teknik yang dinamis antara kedua institusi bergengsi tersebut. Sekaligus juga memupuk kolaborasi dan kreativitas di antara para mahasiswa dan pengajar.

Dua mahasiswa NAFA Singapura sedang mempresentasikan hasil proyek seni mereka.

Dalam agenda ini digelar 2 aktivitas. Pertama “Panel Kuliah Internasional” yang diadakan pada 16 Juli 2024 pukul 12.30-15.00 WIB di Gedung TKS, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta. Adapun pembicaranya adalah Dian Ajeng & Rr. Vegasari Adya (dosen ISI Yogyakarta), Shafa Salsabila & Luna Chantiaya (mahasiswa ISI Yogyakarta).

Adapun panelis lainnya adalah Desiree Low, Stephanie Lem Zin Jie, Althaea Grace Wangko, Paige Nicole Low (Liu Peisi), Finna Kwang, dan Abby Qistina Binte Yusra (mahasiswa NAFA Singapura). Dalam panel ini yang menjadi moderator adalah A. Sudjud Dartanto, yang merupakan dosen Jurusan Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta.

Dalam panel ini pembicaraan sekitar pengelolaan seni di media sosial, media edukasi museum Affandi, proyek kuratorial para mahasiswa NAFA, seni untuk inklusi, dan mural protes di Yogyakarta. Masing-masing panelis menyajikan presentasi yang beragam, dengan media audivisual yang enarik. Serasa waktu 3 jam tak terasa begitu cepatnya.

Kegiatan kedua adalah “Lokakarya Pembuatan Cukil Kayu dengan Syahrizal Pahlevi” yang diadakan pada 19 Juli 2024, pukul 09.00 – 13.00 WIB. Syahrizal Pahlevi adalah seniman yang menjadi praktisi mengajar di Prodi S1 Tata Kelola Seni yang juga seniman grafis ternama di Indonesia. Pelatihan ini berlangsung di Jurusan Manajemen Seni (TKS), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSR), ISI Yogyakarta.

Dr. Mikke Susanto, kiri, menyerahkan buku kenangan untuk NAFA Singapura pada kegiatan koleborasi ini.

Agenda yang juga dihadiri oleh Prof. Gunalan Nadarajan (Professor pada Penny W. Stamps School of Art and Design University of Michigan) ini juga turut dikerjakan bersama Unit Internasional ISI Yogyakarta. Diharapkan agenda kolaborasi yang kedua ini semakin menguatkan hubungan antar lembaga. Ke depan, kedua lembaga akan semakin fokus pada berbagai kemungkinan riset dan kerjasama proyek seni yang menarik. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU