SHNet, Jakarta-Usia tumbuh kembang merupakan merupakan masa-masa penting bagi sang anak. Di masa-masa itu peran orang tua menjadi sangat penting untuk dapat memastikan anak mendapat berbagai dukungan untuk mendukung pertumbuhan guna mencapai potensi optimal.
Direktur Utama Klinik Lalita, Ir. Darma Azwan mengatakan pihaknya ingin dapat membantu orang tua dapat menstimulasi pertumbuhan anak. Maka dari itu, pihaknya menggelar acara yang melibatkan orang tua dan anak dengan tema “Melatih Keterampilan Bersama Lalita” yang akan diadakan pada tanggal 4 Agustus 2024 di Roemah Polonia, Cawang.
“Klinik Lalita ingin dapat berpartisipasi dalam pengembangan minat serta bakat anak agar anak dapat dengan bahagia mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” kata Darma Azwan.
Dihubungi terpisah, dokter spesialis anak RSUD Tarakan Jakarta Pusat dan Klinik Lalita, dr. Melani Rakhmi Mantu, Sp.A,(K) mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Meski begitu, dia menyebut peran orang tua dalam tumbuh kembang anak tidak dapat dinafikan.
Bahkan, dia mengatakan besarnya peran orang tua merupakan faktor penting dari kemajuan atau kemunduran dari tumbuh kembang anak.
“Jadi tentunya nomor satu peran orang tua di rumah yang sangat berperan di sini untuk menentukan perkembangan anaknya lebih maju, ditempat, atau mundur bahkan delay,” ucap dr. Melani.
Dia pun mengimbau agar orang tua lebih berinteraksi dengan anaknya. Melalui interaksi tersebut, sang anak akan dapat lebih cepat berbicara dan berkomunikasi dengan. Maka dari itu, dia mengimbau agar membatasi penggunaan gadget oleh anak dan lebih berinteraksi dengan orang tua
“Screen time ini sangat pengaruh sama perkembangan anak kita jadi pemberiannya tentunya harus diawasi oleh pengasuh oleh orang tua pemberian gadget ini,” ujar dr. Melani.
Selain kehadiran orang tua, dia juga mengatakan asupan gizi untuk anak juga tidak boleh ditinggalkan. Di masa pertumbuhan, penting bagi anak agar mendapat banyak jenis zat gizi yang beragam.
“Karena anak-anak tersebut memerlukan variasi protein, karbohidrat, mineral, tentunya yang sesuai dengan kebutuhannya dia,” tutur dr. Melani
Sebagai pelengkap zat gizi dari makanan utama, dia juga mengatakan tidak ada salahnya orang tua untuk memberikan susu kepada anaknya. Salah satunya adalah susu formula yang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Tentunya susu formula yang direkomendasikan harus sesuai dengan kebutuhannya dia. Kebutuhan protein, kebutuhan kalori,” tutur dr. Melani
Dia pun sangat tidak merekomendasikan pemberian kental manis sebagai susu kepada anak. Sebab, kental manis sangat mengandung gula yang tinggi dan tidak baik dikonsumsi untuk anak.
“[Kental manis] Gulanya lebih tinggi dibanding kadar proteinnya. Susu itu yang kita harapkan nomor satu protein dan kalori,” ungkap dr. Melani. (Fhr)

