SHNet, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia nyaris dua tahun terakhir ini, tak saja membuat negeri kita luluh lantak tapi dunia pun ikut hancur lebur.
Beragam varian datang silih berganti hingga varian omicron yang terakhir mulai hadir di Indonesia. Seperti tamu tak diundang, mau tak mau, tetap harus diterima dengan lapang.
Ditengah guncangan omicron ini, salah satu anggota DPD Ormas MKGR (Musyawarah Kekeluargaaan Gotong Royong) Provinsi DKI Jakarta, Ratih Widyawati merasa terpanggil menebar cinta dan kasih kepada warga Jakarta, khususnya mereka yang terdampak covid-19.
Ratih tahu persis, terdampak covid-19 tentu saja tak berarti terjangkit sakit covid-19 atau omicron. Tapi, mereka yang juga ikut terdampak seperti kena pemotongan gaji atau pemotongan jam kerja, bahkan yang sampai kehilangan pekerjaan.
Menurut Ratih yang ditemui media, Sabtu (19/2/2022) siang di salah satu lokasi berbagi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, banyak sekali warga terdampak covid-19 ini.
“Ada yang biasanya jualan, sudah tak bisa dagang lagi, ada yang kehilangan pekerjaannya di kantor akibat pemangkasan tenaga kerja, ada yang kehilangan ayah atau ibu atau anak yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dan masih banyak lagi yang terkena dampak langsung seperti itu,” jelas Ratih.
Ratih melakukan berbagi cinta dan kasih sayang tentu dengan caranya sendiri. Ini juga seperti yang kerap diamanatkan oleh Ketua MKGR DKI Jakarta, Basri Baco. Bahwa hidup itu akan lebih baik jika bisa terus menembar cinta dan kasih terhadap sesama.
Ia juga berharap warga bisa lebih taat dalam menjaga protokol Kesehatan dan terus mengikuti laporan tentang perkembangan covid-19 agar tak salah mengerti dan salah persepsi.
“Buat saya, terpenting kita sebagai ormas politik sudah sewajarnya mendengar suara rakyat dan memahami apa yang sesungguhnya dibutuhkan rakyat saat ini karena rakyat itu perlu didengar dan diperhatikan,” tutur Ratih yang juga Wakil Bendahara Umum MKGR DKI Jakarta. (Nonnie Rering)

