4 December 2023
HomeBeritaKetua Umum FPMM, Umar Kei: Pilihan Politik Harus Punya Empati Kuat Terhadap...

Ketua Umum FPMM, Umar Kei: Pilihan Politik Harus Punya Empati Kuat Terhadap Maluku

Jakarta-Ketua Umum FPMM Umar Kei Ohoitenan, SH mengatakan, semua orang bebas menentukan pilihan politik. Tetapi, juga harus memastikan pilihan politik itu juga memiliki empati yang kuat terhadap Maluku.

Penegasan itu disampaikan Umar Kei dalam pidato pembukaan Kongres I Front Pemuda Muslim Maluku di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Selasa (22/8/2023). Pembukaan Kongres I FPMM ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, seperti Ketua MPR RI dan Menpora RI, serta sekitar 1000 lebih hadirin yang memenuhi Ballroom Kartika Chandra. Kongres ini digelar 22-24 Agustus 2023. Selain itu, panitia juga menghadirkan Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina dan Pakar Perikanan dan Kelautan Muhammad Karim untuk menyampaikan materi mengenai sumber daya alam di Maluku dan Maluku Utara.

Umar Kei meminta pengurus, kader dan anggota FPMM dan semua pemuda Maluku untuk menjaga keberagaman orang Maluku dalam kebersamaan. Perbedaan yang ada, katanya, harus menjadi kekuatan bersma untuk membangun Maluku. “Kita boleh saja menentukan dukung pilihan politik, asalkan juga pilihan politik kita memiliki Empati yang kuat kepada Maluku,” tegas Umar Kei.

Menurut Umar, orang Maluku sudah lama sekali tidak pernah menduduki jabatan menteri sejak era J. Leimena, sekitar 52 tahun silam. Untuk itu, tegas Umar, FPMM akan menagih janji pada tahun 2024. Memang, kata Umar, jumlah penduduk Maluku tidak sebanding dengan daerah lain, tetapi kekayaan dan masa depan ada di Maluku.

Dia mengatakan, Indonesia sangat beragam dalam suku bangsa. Untuk itu, persatuan dan kesatuan menjadi tanggung jawab bersama. Dia mengharapkan, Kongres I FPMM ini melahirkan narasi untuk memperkuat kebangsaan.

Selain itu, Umar mengharapkan, agar forum konggres juga memberikan perhatian terhadap pendidikan dan juga melahirkan pikiran orisinil anak Maluku sebagai  sumbangsih pemikiran dan juga menjadi gagagsan solutif untuk pendidikan Maluku.

Forum Konggres, katanya, juga harus memberikan perhatian terhadap situasi ekonomi dan kesempatan kerja di Maluku dan sumber daya alam yang tidak terhingga di Maluku. Maluku, katanya, pernah merajai dunia dan ketika itu dunia hanya mengenal Maluku. Kekayaan Maluku menjadi incaran dunia. Untuk itu, dibutuhkan gagasan ekonomi dan peluang kerja untuk mengelola SDA yang ada di Maluku.

Menurut Umar Kei, FPMM juga akan memberikan dorongan dan berusaha berkontribusi untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Untuk itu, jangan lagi, melihat Maluku dengan sebelah mata, tetapi harus memberikan perhatian serius terhadap pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan rakyat. “Mari kita jaga kearifan local dan menjaga kehidupan bersaudara dan menjadi perekat persaudaraan jelang pemilu 2024,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres I FPMM, Abdul Fattah Pasolo, SH, mengatakan, Kongres I FPMM dihadiri perwakilan dari Aceh sampai Papua, yang terdiri dari pengurus DPW dan DPD.

Abdul Fattah mengatakan, FPMM mendukung Indonesia Emas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan keadilan sosial. Hal itu, katanya, dapat dicapai dengan mengembangkan Maluku di sektor ekonomi, pemanfaatan SDA, perikanan, pertanian, perkebunan, mineral dan gas bumi. Pemuda, katanya, harus menjadi kekuatan untuk memimpin.

Forum Kongres, katanya, akan merumuskan kontribusi dan komitmen anak muda Maluku untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Pemuda dan kaum intelektual Maluku dan Maluku Utara harus berkontribusi untuk memberikan pikiran penting menuju Indonesia Emas.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU