31 July 2026
HomeBeritaKesraMenekan Penyebaran PMK, Kementan Berupaya Datangkan Vaksin Darurat

Menekan Penyebaran PMK, Kementan Berupaya Datangkan Vaksin Darurat

SHNet, Jakarta – Kementerian Pertanian tengah berupaya mendatangkan 3 juta dosis vaksin darurat untuk menanggulangi dan menekan penyebaran PMK.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan , 3 juta dosis vaksin PMK akan didatangkan dari Perancis, Australia, Brazil dan Selandia Baru. Estimasi kedatangan vaksin di tahap pertama adalah minggu kedua Juni 2022.

“Kita punya populasi sapi 18 juta yg terkena 116.000, tapi gak boleh lengah. Insya Allah sebelum Idul Adha, vaksin darurat kita gunakan. Ada 173 kabupaten daerah merah tapi terspot di desa dan kecamatan,” ujarnya saat mengawal langsung kedatangan kapal ternak yang membawa sapi potong untuk kebutuhan kurban di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/6).

Sebanyak 550 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diangkut melalui tol laut untuk kebutuhan kurban di Pulau Jawa khususnya Jabodetabek.

“Melalui pelabuhan Tanjung Priok kita akan berturut-turut menerima kiriman hewan sapi dari daerah hijau, daerah tanpa PMK. Hari ini KM. Camara Nusantara 1 yang baru saja tiba membawa 550 ekor sapi potong, “ kata Mentan SYL.

Sebanyak 550 sapi dari NTT tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Sapi ini merupakan hewan kurban untuk wilayah Jabodetabek. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Pengiriman hewan ternak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban jelang Idul Adha. Dengan kapal ternak via tol laut ini Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat lalu lintas ternak.

Hewan ternak yang dikirim sudah mendapat tindakan karantina guna memastikan sapi, yang merupakan salah satu Hewan Rentan PMK (HRP) ini sehat, aman dan bebas PMK. Selain itu telah memiliki Sertifikat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan daerah serta Sertifikat Kesehatan Hewan dari Karantina Pertanian di tempat asal agar dipastikan benar-benar sehat dan bebas dari PMK.

“Ada 173 kabupaten yang suspek. Tidak berarti daerah itu kita anggap aman. Kita punya daerah hijau. Protapnya karantina 14 hari sebelum masuk ke kapal. Ini sangat serius kita tangani. Setelah melalui 14 hari masa karantina di daerah asal untuk menjamin keamanan dan kesehatan HRP, bebas PMK, kita juga menyiapkan dokter hewan yang diperbantukan naik ke kapal untuk mengecek kesehatan hewan di kapal, “ ungkapnya.

Mentan menegaskan, protap tetap dilakukan karena virus tersebut berbahaya, tapi tidak menular pada manusia. Untuk daerah yang merah, tidak boleh ada hewan yang keluar dari daerah itu.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang yang turut hadir mendampingi menyebutkan berdasarkan laporan data pelepasan pemasukan domestik sapi potong 28 April – 10 Juni 2022, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok mencatat total pemasukan sapi potong domestik telah mencapai 8.041 dengan rincian Provinsi asal NTT & NTB untuk Pelabuhan Laut Tanjung Priok, dan Provinsi NTB serta Bali untuk Pelabuhan Rakyat Sunda Kelapa.

Dalam peningkatan kewaspadaan ini, Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya. “Kita saling bersinergi untuk memastikan kelancaran mobilitas ternak jelang Iduladha bulan Juli mendatang,” kata Bambang.

Mentan SYL mengapresiasi kerja keras seluruh pihak seperti tenaga Kesehatan Hewan, para petugas karantina pertanian, jajaran di Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak yang terlibat dan berperan di pintu – pintu Pelabuhan karena telah bekerja keras mendampingi para peternak melakukan mobilisasi hewan ternak sesuai dengan prosedur pengawasan lalu lintas hewan yang berlaku.

“ Ini membutuhkan tangan semua pihak. Terimakasih kepada TNI/Polri, Gubernur dan Bupati yang sangat membantu dan serius menangani terutama pada daerah suspek, “ ungkap Mentan SYL. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU