SHNet, Jakarta- Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) optimis lolos di parlemen 2024 dan meraih 24 kursi.
“PKP yakin lolos di parlemen 2024. Setiap DPP PKP harus sumbangkan 1 kursi. Kita cukup 24 kursi. Kita siapkan Jabar 3 kursi, Jateng 2 kursi, Jatim 3 kursi, DKI Jakarta 1 kursi, dan sisanya dari luar Jawa,” ujar Ketua Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Mayjen TNI Mar (Purn) Dr. Yussuf Solichien, MBA, Ph.D di sela-sela peringatan HUT PKP ke-23, di Jaka rta, Sabtu (15/1/2022).
PKP tidak pernah absen dalam setiap perhelatan Pemilu dari 1999 hingga 2019, walaupun sempat berganti nama menjadi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pada tahun 2002 sebelum akhirnya berubah lagi menjadi PKP pada Munaslub tanggal 25 Mei 2021.
Pada kesempatan tersebut, Yusuff Solichien mengajak semua pihak untuk siap menghadapi 4 kekuatan besar yakni kemajuan teknologi, globalisasi, demografi dan masalah lingkungan hidup.
“Kita harus siap menghadapi 4 kekuatan besar tersebut. Kalau kita tidak siap, kita akan menjadi pecundang yang akan dijajah oleh negara-negara lain,” ujarnya.
Mewujudkan negara maritim.
Misi PKP yang tertulis dalam AD/ART hasil Munaslub juga menyebutkan bahwa partai ini berkomitmen dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang digdaya. Oleh karena itu momentum HUT PKP ini yang berrtepatan dengan Hari Dharma Samudra juga menjadi wahana yang membangkitkan gelora kemaritiman bangsa.
Pesan Komodor Yos Sudarso yang termasuk dalam 25 kusuma bangsa di Laut Arafuru sebelum wafat ialah “Kobarkan Semangat Pertempuran” yang kemudian diterima oleh Bung Karno. Sebuah operasi besar-besaran untuk merebut Irian Barat disiapkan di bawah Komando Mandala yang dipimpin oleh Mayjen Soeharto kala itu.
Jika dahulu “Kobarkan Semangat Pertempuran” hanya dikhususkan untuk merebut Irian Barat, maka kali ini ialah untuk mewujudkan negara maritim. PKP mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadi garda terdepan dalam mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, serta cita-cita menuju negara maritim dalam bingkai Poros Maritim Dunia.
Menurut dia tidak ada pilihan bagi bangsa Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia yang dapat menguasai teknologi dan berdaya saing unggul dalam upaya menjadi negara maritim yang besar.
“Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia. Potensi maritim kita mencapai 1 triliun USD per tahun atau setara dengan tujuh kali APBN kita saat ini. Di bidang perikanan saja potensi kita mencapai 71 juta ton per tahun atau setara dengan Rp 1000 triliun,” ungkapnya
Mantan Komandan Denjaka itu selanjutnya menegaskan apabila potensi tersebut dimanfaatkan dengan baik maka kesejahteraan dapat terwujud buat rakyat Indonesia.
“Bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang terserap dan devisa yang dihasilkan apabila laut kita dikelola dengan baik. Nah maka itu PKP mengajak seluruh komponen bangsa untuk memanfaatkan potensi maritim ini menjadi kekuatan ekonomi nasional,” tegas dia. (Stevani Elisabeth)

