1 December 2021
HomeBeritaPPNI: Hoaks Tantangan Vaksinasi COVID-19 di Pedalaman

PPNI: Hoaks Tantangan Vaksinasi COVID-19 di Pedalaman

SHNet, Jakarta –  Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan saat ini telah terjadi peningkatan antusiasme masyarakat dalam menjalani vaksinasi COVID-19 jika dibandingkan pada awal program itu dijalankan.

“Akhir-akhir ini antusiasme masyarakat tentang keikutsertaan dalam program vaksinasi ada peningkatan dibandingkan awal-awal,” kata Ketua PPNI Harif pada diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 yang dipantau virtual dari Jakarta, kemarin.

Peningkatan antusiasme itu dapat meringankan pekerjaan para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan kesehatan tapi juga bertugas sebagai vaksinator.

Terkait sosialisasi dan edukasi masyarakat untuk program vaksinasi COVID-19 sendiri, dia menekankan perlu dilakukan sampai ke tingkat pemahaman untuk dapat terus meningkatkan jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin.

“Tantangan utama dalam vaksinasi ini adalah tentang sejauh mana pemahaman masyarakat dapat menerima vaksin dengan baik. Karena itu edukasi masyarakat bukan sekadar memberikan informasi tapi informasi itu akan dapat diinternalisasi kemudian dipahami dan untuk segera diikuti,” jelasnya.

Untuk mencapai sosialisasi yang memberikan pemahaman akan pentingnya vaksin, terutama yang menyasar masyarakat di daerah pedalaman dan terpencil, diperlukan kolaborasi dan sinergi antara para pemangku kepentingan.

Hal itu karena tidak hanya isu akses, transportasi dan informasi tidak benar atau hoaks, vaksinasi di wilayah terpencil juga memerlukan pemberian informasi yang memberikan pemahaman tentang vaksinasi dan manfaat yang diterimanya.

Kurangnya pemahaman itu, kata dia, terkadang berkaitan dengan budaya yang ada di wilayah-wilayah pedalaman. Untuk itu, pemberian pemahaman perlu dilakukan dengan kerja sama berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan informasi yang benar.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas) menyebutkan jumlah orang yang terkonfirmasi positif terkena COVID-19 di Tanah Air kembali bertambah sebanyak 451 kasus, dengan Jawa Barat sebagai penyumbang kasus terbanyak yakni 85 kasus.

Berdasarkan data Satgas, kasus positif tertinggi selanjutnya pada hari ini ialah DKI Jakarta 82 kasus, Jawa Tengah 53 kasus, Jawa Timur 36 kasus dan DI Yogyakarta 35 kasus.

Hal tersebut menjadikan secara keseluruhan jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 4.254.443 kasus tersebar di seluruh penjuru negeri.

Satgas COVID-19 menyebutkan bahwa jumlah kasus aktif di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Tercatat total kasus aktif di seluruh Indonesia kini menjadi 7.977 kasus setelah bertambah sebanyak 61 kasus. COVID-19 juga turut meningkatkan jumlah orang yang meninggal. Kasus kematian kini bertambah sebanyak 13 jiwa menjadikan total angka kematian di Tanah Air sebanyak 143.766 jiwa.

Jumlah pasien yang sembuh dari virus tipe SARS-CoV-2 tersebut juga terus mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat hingga hari ini sebanyak 4.102.700 orang sembuh setelah bertambah sebanyak 377 orang.

Menurut catatan Satgas COVID-19, daerah yang banyak menyumbang kasus sembuh tertinggi yaitu DKI Jakarta 105 orang, Jawa Barat 79 orang, DI Yogyakarta 33 orang, Jawa Timur 29 orang dan Jawa Tengah sebanyak 25 orang.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID -19 Wiku Adisasmito mengatakan penelitian terhadap tingkat kekebalan komunitas terhadap COVID-19 berdasarkan perlindungan vaksin maupun imun tubuh alami ditargetkan rampung paling lambat pekan ke empat Desember 2021.

“Saat ini survei antibodi SARS-CoV-2 masih terus bergulir dijalankan di 34 provinsi di Indonesia yang mencakup sekitar 1.000 desa dan wilayah aglomerasi,” kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan COVID-19 yang diikuti dari Jakarta melalui YouTube BNPB, Selasa sore.

Wiku mengatakan program tersebut dijalankan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri serta didukung peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia. (Victor)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU