30 November 2021
HomeBeritaPresiden: Dilayani Saja Investor Belum Tentu Datang, Apalagi Tidak Dilayani

Presiden: Dilayani Saja Investor Belum Tentu Datang, Apalagi Tidak Dilayani

Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta semua aparat pemerintah memberikan layan terbaik kepada semua investor, baik investor kecil maupun besar. Sebab, investor dilayani saja belum tentu datang, apalagi kalau tidak dilayani.

Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi Tahun 2021, di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2021).

Presiden mengingatkan, investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi karena APBN semua negara juga sama. Berat, defisit, semua defisit. Kemarin urusan defisit ini, semua negara juga mengkhawatirkan. Nanti kalau defisit ini dikembalikan lagi ke normal berarti akan terjadi syok lagi.

Menurutnya, jadi pandemi ini betul-betul dampaknya betul-betul ke mana-mana, ke semua titik, ada semuanya.  Bareng-bareng, bayangkan, puluhan ribu triliun (dolar AS) direm bareng-bareng, karena ingin kembali ke defisit yang normal kembali. Ini juga menakutkan tapi belum ada kalkulasinya.

“Jadi investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi karena kalau terlalu berfokus kepada APBN, defisit kita ini, meskipun saya tahu Bu Menkeu ini sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini yang harus digerakkan. Kembali lagi, investasi,” ujar Presiden.

Presiden senang tadi ada kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten/kota yang mendapatkan Anugerah Untuk Investasi, baik realisasi investasi maupun urusan perizinan. “Urusan pelayanan perizinan bagus, seperti tadi di Jawa Tengah. Tapi realisasi investasi bagus di Jawa Barat. Artinya apa? Belum tentu kita layani dengan baik itu investor akan datang, apalagi tidak dilayani. Benar enggak? Dilayani saja belum tentu investor datang mau berinvestasi, apalagi tidak dilayani dengan baik,” kata Presiden.

Presiden meminta agar pola-pola lama, hal-hal yang jadul itu semua harus mulai ditinggalkan. Berikan pelayanan yang terbaik, baik itu investor kecil, yang namanya usaha-usaha kecil itu juga investor, jangan keliru. Investor yang sedang juga layani dengan baik. Investor yang gede juga layani dengan baik. Investor yang kecil, usaha-usaha kecil itu layani dengan baik. Izin berikan semua gratis, antarkan ke rumah, itu pelayanan.

“Yang kecil-kecil layani seperti itu. Berikan target ke PTSP, misalnya Pak Gubernur, Pak Bupati, Bapak/Ibu Wali Kota, beri target. Tahun ini misalnya, 10 ribu usaha kecil berikan izin gratis, yang kecil-kecil itu urus. Kalau mereka pegang yang namanya izin-izin, akan mudah mengakses ke lembaga-lembaga keuangan/perbankan, akan mudah karena ini menjadi syarat perizinan itu selain syarat-syarat yang lain. Kalau mereka pegang ini akan memudahkan,” jelasnya.

Menurut Presiden, jadi sekali lagi, usaha kecil itu juga investor. Jangan punya bayangan bahwa investor itu harus asing, harus yang gede, enggak. Yang kecil itu pun juga investor. Kalau investasi ini muncul, yang terjadi adalah peredaran uang akan semakin banyak. Kalau investornya dari luar, berarti membawa uang ke sini. Artinya, peredaran uang akan semakin besar. Dan itu akan menimbulkan efek nanti ke daya beli masyarakat (yang) juga akan naik, konsumsi masyarakat akan naik, pertumbuhan ekonomi juga akan naik. Larinya ke sana.

“Tetapi, kalau ada yang bertanya kepada saya investasi apa sih sebetulnya sekarang ini yang dibutuhkan? (adalah) Investasi yang memiliki nilai tambah tinggi. Tidak bisa lagi kita sekarang ini mengekspor bahan-bahan mentah, mengekspor raw material. Giring investor itu untuk membuat barang itu menjadi barang jadi, bahan mentah itu menjadi barang jadi. Kalau enggak mau barang jadi, yang sudah (barang) setengah jadi, minimal,” jelas Presiden.

Hala ini, kata Presiden, yang bolak-balik disampaikan, transformasi ekonomi yang diinginkan di situ. Kenapa kita setop kirim raw material nikel, bahan mentah nikel setop? “Mungkin tahun depan lagi kita mau kalkulasi, setop yang namanya ekspor bahan mentah bauksit. Tahun depannya lagi, setop yang namanya ekspor bahan mentah tembaga. Tahun depannya setop yang namanya bahan mentah timah. Terus akan kita lakukan karena nilai tambah di situ itu lompatannya besar sekali,” jelas Presiden.(den)

 

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU