5 December 2025
HomeBeritaPresiden Jokowi Komitmen Kurangi 70 Persen Sampah Plastik Laut pada 2025

Presiden Jokowi Komitmen Kurangi 70 Persen Sampah Plastik Laut pada 2025

Jakarta-Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah Kami juga berkomitmen untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2025.

Hal itu disampaikan dalam One Ocean Summit 2022, dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (11/02/2022).

“Kami juga berkomitmen untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2025. Berbagai upaya terus dijalankan, mulai dari rencana aksi penanganan sampah plastik laut hingga pembangunan pembangkit listrik berbahan baku sampah yang mengonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi 10 megawatt listrik,” jelas Presiden.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kata Presiden, lingkungan laut yang sehat adalah kunci keberlanjutan pembangunan Indonesia. Indonesia bangga menjadi salah satu negara di garda terdepan dunia dalam hal perlindungan laut.

Selain itu, jelas Presiden, Pemerintah memiliki komitmen mencapai target kawasan konservasi perairan laut seluas 32,5 juta hektare pada tahun 2030. Sampai dengan tahun 2021 telah berhasil mencapai seluas 28,1 juta hektare atau 86,5 persen. “Kami optimistis, komitmen kami di tahun 2030 bisa terpenuhi,” tutur Presiden.

Ekosistem mangrove juga menjadi perhatian pemerintah dan menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare hingga tahun 2024. “Kami yakin semua upaya ini tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan laut dan pembangunan berkelanjutan, namun juga pada perubahan iklim,” kata Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan, pada COP26 tahun yang lalu bersama negara-negara Archipelagic and Island States Forum, Indonesia menyerukan pentingnya keterkaitan antara laut dan perubahan iklim. Indonesia yakin dengan dukungan internasional, negara-negara kepulauan dan negara-negara pulau kecil, dapat menjadi bagian dari solusi.

Presiden mengingatkan, pengelolaan lingkungan laut perlu ditempatkan dalam dimensi pembangunan berkelanjutan dan menjadi bagian untuk mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.

“Kami telah mengambil langkah terobosan, antara lain kebijakan penangkapan ikan terukur dan berbasis kuota yang didukung sistem pengawasan terintegrasi berbasis teknologi, serta pengembangan kampung perikanan budi daya berbasis kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan dan kelestarian komoditas bernilai ekonomi tinggi,” kata Presiden.

Di tingkat global, jelas Presiden, Indonesia terus mendukung pengarusutamaan isu kelautan. Presidensi G20 Indonesia akan mengangkat pentingnya ekonomi biru, karbon biru, dan penanganan sampah laut. Indonesia siap bermitra dengan semua pihak, bagi terwujudnya ekosistem laut yang berkelanjutan.(den)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU