15 July 2024
HomeBeritaPariwisataSebelat Ulu, Dulu Hutan Belantara, Kini Jadi Desa Wisata dan...

Sebelat Ulu, Dulu Hutan Belantara, Kini Jadi Desa Wisata dan Desa Pramuka

SHNet, Bengkulu– Desa Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis, Bengkulu, belum lama ini diresmikan menjadi desa wisata dan desa pramuka oleh Bupati Lebong Kopli Ansori.

Desa yang memiliki luas wilayah lebih dari 20 hektare ini, dikelilingi oleh hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat.

Dulunya, wilayah Sebelat Ulu merupakan hutan belantara yang dirintis sejak tahun 1970-an. Kemudian masuklah masyarakat dari luar ke Desa Sebelat Ulu. Tahun 1982, Sebelat Ulu menjadi desa definitif dan menjadi bagian dari Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Rejang Lebong.

Masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Desa Sebelat Ulu merupakan salah satu desa wisata yang memperoleh pendampingan dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi).

“Desa Sebelat Ulu merupakan desa dampingan Asidewi. Pendampingan sudah berjalan selama 1 tahun,” ujar Ketua Umum Asidewi Andi Yuwono kepada SHNet, Minggu (14/11).

Andi mengatakan, Asidewi akan terus mendampingi pihak pemerintah desa agar Sebelat Ulu bisa terus berkembang menjadi desa wisata primadona di Provinsi Bengkulu.

“Kolaborasi antara Pemkab Lebong, Asidewi dan pihak pemerintah desa akan terus kita perkuat ke depan agar Desa Wisata Sebelat Ulu semakin maju,” ungkapnya.

Peresmian Desa Sebelat Ulu menjadi desa wisata dan desa Pramuka. (Dok. Asidewi)

Desa Wisata Sebelat Ulu memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa. Sebelat Ulu merupakan pintu pendakian bagi wisatawan yang ingin mendaki Gunung Sebelat. Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana desa dan melihat langsung keseharian masyarakatnya, di desa ini ada beberapa homestay dan area glamping (glamour camping) yang lokasinya di tepi Sungai Sebelat. Ada juga camping ground yang biasa digunakan oleh Pramuka.

Desa Wisata Sebelat Ulu (Dok. Asidewi)

Desa Wisata Sebelat Ulu juga memiliki sekolah konservasi dan sekolah adat. Wisatawan dapat menikmati atraksi bird watching , pemandian air hangat atau ziarah ke makam Pesirah Bedu Lambun ( salah satu tabib terbaik yang pernah melakukan pengobatan terhadap Presiden RI Pertama, Soekarno). Jangan lupa juga untuk menikmati kuliner dan kopi di sana.

Pada peresmian Desa Wisata Sebelat Ulu, Bupati Bupati Lebong Kopli Ansori terpukau dengan karya Pelukis Sony Yuliono.

Lukisan karya Sonny Yuliono (Dok. Asidewi)

Pelukis berambut panjang tersebut pernah meraih rekor MURI atas karyanya melukis Soekarno, terbesar dan terpanjang.

Sonny menggoyangkan kuas di atas kanvas berukuran kurang lebih 90 Cm x 60 Cm dengan mata tertutup. Hasilnya adalah gambar wajah harimau. Di bawah gambar itu, ia tulis ‘Puyang Imeu’ (Bahasa Rejang) yang artinya harimau penjaga hutan Sebelat.

Aksi tersebut tak ayal mengundang decak kagum. Bupati Kopli yang juga tampak terkesima dengan kemampuan dan hasil lukisan dari Sony Yuliono, kemudian meminta izin kepada si pelukis untuk ‘melelang’ lukisan tersebut.

Hasilnya, lukisan terjual seharga Rp 25.300.000. Kemudian, Bupati menginstruksikan kepada Kades Sebelat Ulu Achmad Bukhari agar uang itu nantinya dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan.

Bupati Kopli berharap, Sebelat Ulu sebagai destinasi wisata minat khusus bisa dikenal secara nasional. Bahkan, hingga internasional. Salah satu langkah strategis yang akan diambil oleh Pemkab Lebong, kata Bupati, adalah dengan menggandeng provider telekomunikasi, agar permasalahan blank spot bisa teratasi.

“Kolaborasi antara Pemkab Lebong, Asidewi dan pihak pemerintah desa akan terus kita perkuat ke depan agar Desa Wisata Sebelat Ulu semakin maju,” ungkapnya.

Kepala Desa Sebelat Ulu Achmad Bukhari menyampaikan, pihaknya telah menggelontorkan dana ratusan juta bersumber dari DD/ADD untuk menjadikan Sebelat Ulu sebagai role model desa wisata. (Stevani Elisabeth)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU