7 September 2026
HomeBeritaPariwisataTantangan dan Strategi Kejar Target 280 Juta Wisnus di 2022

Tantangan dan Strategi Kejar Target 280 Juta Wisnus di 2022

SHNet, Jakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pergerakan wisatawan Nusantara (Wisnus) saat pandemi Covid-19 terus meningkat.

“Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada tahun 2021 turun hingga 60%. Untuk tahun ini, kunjungan Wisman ke Indonesia banyak didukung oleh penyelenggaraan event. Namun, pergerakan Wisnus justru meningkat 12 %,” ujar Sandiaga di Seminar Pariwisata Nasional bertajuk “Menjaga Momentum Pemulihan Pariwisata, Mengejar Target 280 Juta Wisnus di 2022” yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), Selasa (15/2/2022).

Menparekraf menambahkan berbagai upaya pemulihan terus dilakukan seperti pemulihan pasar wisatawan, industri pariwisata, Bali, Kepri, Toraja dan sebagainya. “Kami terus berinovasi, kolaborasi dan adaptasi dengan semangat 3G (Gercep, Geber dan Gaspol),” ujarnya.

Deputi Bidang Kebijakan Strategi Kemenparekraf Raden Kurleni Ukar menambahkan, pariwisata Indonesia belum pulih sepenuhnya, sehingga masih bertumpu pada pariwisata domestik.

Menurutnya, pergerakan Wisnus terus meningkat. Dari tingkat hunian kamar selama 8 bulan di tahun 2021, sudah di atas tahun 2020. Meski demikian, pengeluaran mereka rendah. “Jumlahnya banyak, tetapi pengeluarannya sedikit. Ini tantangan juga bagi travel agen karena Wisnus tidak biasa gunakan tour operator. Mereka biasa mengunjungi keluarga atau teman, baru ke tampat wisata,” ujarnya.

BPS telah merubah metode perhitungan pergerakan Wisnus pada 2020 sebanyak 518 juta, tahun 2021 sebanyak 525 juta dan tahun 2022 diprediksi pergerkan Wisnus sebanyak 550 juta.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Kurleni Ukar, ada beberapa konsep yang telah disusun Kemenparekraf, diantaranya melakukan inovasi, kolaborasi dan adaptasi, meningkatkan kepercayaan pasar dengan CHSE, stimulus bagi pelaku parekraf, menjadikan destinasi super prioritas serta desa wisata sebagai alternatif tujuan wisata.

Sementara itu, Ketua DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menngungkapkan. “Dari jumlah pergerakan Wisnus tadi, yang ditangani oleh travel agent hanya 20%. Ini terjadi karena sebagian besar Wisnus pergi sendiri tanpa menggunakan travel agent”.

Group Vice President Marketing and Communication Smailing Tour and Travel Service. Ptu Ayu Aristyadewi memaparkan, strategi yang dilakukan Smailing Tour ke depan adalah lebih segmented dalam memasarkan produk, memberikan pengalaman berwisata yang unik yang di dapat lewat travel agent, memberikan harga yang kopetitif dengan pelayanan kelas 1, mengeksplor destinasi wisata baru dan sebagainya.

“Harapan kami sebagai pelaku pariwisata, kerjasama dengan pemerintah untuk menyakinkan orang berwisata kembali,” kata Putu Ayu.

Pembiayaan homestay

Pada kesempatan tersebut, Direktur Operasional dan Keuangan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Trisnadi Yulrisman mengatakan, pihaknya memndukung program pemerintah untuk memulihkan ekonomi Nasional khususnya di bidang pariwisata dengan pembiayaan homestay yang ditujukan bagi penggiat pariwisata di desa wisata.

Ada 12 desa wisata yang sudah memperoleh pembiayaan homestay ini diantaranya, Desa Wisata Samiran, Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Kuta Mandalika, Desa Wisata Sembalun di Lombok Timur dan sebagainya. Total anggaran untuk pembiayaan homestay sebesar Rp 25 milyar dan baru terealisasi Rp 8,2 milyar untuk 12 desa wisata.

“Suku bunga yang kami berikan sebesar 3 % per tahun dengan platfom Rp 150 juta per rumah. Ke depan kita punya produk lagi berupa kredit pemilikan rumah usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun ini, PT SMF akan menyasar desa-desa di Likupang, Labuan Bajo, Banda Naira dan Papua. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU