17 February 2026
HomeBeritaEkonomiTips Sukses Menjual Produk di Lokapasar

Tips Sukses Menjual Produk di Lokapasar

SHNet, Balikpapan— Saat ini, dibutuhkan kecakapan digital untuk memanfaatkan internet sebagai sarana jual beli barang.

Dengan trik tertentu, penjualan produk lewat lokapasar bisa menjadi optimal.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital di Balikpapan, Kalimantan Timur, secara daring. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Mengusung tema “Kreatif Menjual Produk Lokal di Era Digital” acara tersebut menghadirkan narasumber konsultan UMKM Fianda Julyantoro, guru sekaligus relawan TIK Bambang Herlandi dan Eko Junirianto selaku Ketua APTIKOM Kaltim / Dosen Politani Samarinda.

Fianda Julyantoro menyatakan penggunaan aplikasi lokapasar atau marketplace terus meningkat seiring pergeseran perilaku konsumen yang menginginkan kepraktisan dalam berbelanja. Untuk itu, lokapasar sangat potensial sebagai media berjualan karena selain praktis juga bisa memperluas jangkauan pasar.

Fianda lantas membagikan tips agar mendapatkan hasil maksimal dalam berjualan di lokapasar.

“Cari tahu konsumen butuhnya apa? Kalau kita tidak punya produknya, jangan buru-buru memproduksi. Mulai dengan menjadi reseller dulu, yang penting barangnya dibutuhkan pasar. Manfaatkan juga fitur-fitur promosi yang tersedia di lokapasar,” tuturnya.

Terkait jualan online atau daring, Bambang Herlandi mengingatkan bahwa di dunia digital tidak ada yang aman 100% dan yang bisa dilakukan adalah meminimalisir resikonya, termasuk risiko pembajakan produk. Menurut Bambang, salah satu yang harus dipahami adalah tentang paten dan ini berkaitan dengan hak kekayaan intelektual seperti merek produk.

Untuk diketahui, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

“Terkait paten ini perlu lebih tegas lagi implementasinya agar tidak ada lagi yang merasa patennya diambil alih atau dicaplok oleh pihak lain,” tandas Bambang.

Tak kalah penting, Eko Junirianto mengingatkan bahwa ulasan pelanggan merupakan salah satu hal penting yang akan menjadi pertimbangan bagi konsumen lainnya dalam membeli produk kita. Dalam hal ini, dia menekankan pentingnya etika dalam hubungan antara pembeli dan penjual. Sebagai contoh, manakala penjual mendapat ulasan buruk dari pembeli di kolom komentar atau review, cara meresponsnya harus tetap beretika.

“Dalam merespons di ruang diskusi atau membalas chat dari pelanggan, gunakan kata-kata yang sopan dan sesuai kaidah. Jangan sampai melihat review jelek lalu berkata kasar apalagi menyinggung SARA. Kita harus menghargai pelanggan agar memiliki toko yang baik dengan rating yang baik juga,” tandasnya.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan. We Are Social mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia. Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori “sedang”.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU