22 May 2022
HomeBeritaUkraina Ajang Pertarungan Hegemoni Rusia dan Amerika Serikat

Ukraina Ajang Pertarungan Hegemoni Rusia dan Amerika Serikat

LONDON, SHNet – Inggris, Sabtu, 22 Januari 2022, menuduh Kremlin (pusat pemerintahan Rusia) berusaha menempatkan seorang pemimpin pro-Rusia di Ukraina.

Inggris mengklaim para perwira intelijen Rusia telah melakukan kontak dengan sejumlah mantan politisi Ukraina sebagai bagian dari rencana invasi.

Telegrafnoie Agenstvo Sovietskavo Soyusa, TASS Russian News Agency, Minggu, 23 Januari 2022, melaporkan, Kementerian Luar Negeri Inggris menolak untuk memberikan bukti untuk mendukung tuduhannya, yang muncul pada saat ketegangan tinggi antara Rusia dan Barat atas pengerahan pasukan Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina.

Moskow bersikeras tidak memiliki rencana untuk menyerang.

Kementerian Inggris mengatakan memiliki informasi bahwa pemerintah Rusia sedang mempertimbangkan mantan anggota parlemen Ukraina Yevhen Murayev sebagai calon potensial untuk memimpin kepemimpinan pro-Rusia.

Rusia dan China

Konflik di Ukraina, ajang pertarungan baru antara kekuatan Amerika Serikat dan sekutunya melawan kekuatan Rusia dimana ada kepentingan China di dalamnya.

“Kami tidak akan mentolerir rencana Kremlin untuk memasang kepemimpinan pro-Rusia di Ukraina,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss di Twitter.

“Kremlin tahu serangan militer akan menjadi kesalahan strategis besar-besaran & Inggris dan mitra kami akan membebani Rusia dengan biaya besar.”

Pernyataan Inggris dirilis pada Minggu dini hari, 23 Januari 2022, waktu Moskow dan Kyiv, dan tidak ada pernyataan langsung dari Kremlin, atau dari Murayev.

Sebuah sumber kementerian luar negeri mengatakan itu bukan praktik yang biasa untuk berbagi masalah intelijen, dan rinciannya hanya dirahasiakan setelah pertimbangan yang cermat untuk mencegah agresi Rusia.

Klaim Inggris datang sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Anthony Blinken dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, gagal membuat terobosan besar dalam pembicaraan di Jenewa, Swiss, Jumat, 21 Januari 2022, untuk menyelesaikan krisis di Ukraina, meskipun mereka setuju untuk terus berbicara.

Amerika Serikat sendiri, mengatakan, akan menjawab secara tertulis dari hasil pembicaraan dengan Rusia di Jenewa, Jumat, 21 Januari 2022.

Pada 17 Desember 2021, Kementerian Luar Negeri Rusia menerbitkan rancangan perjanjian antara Moskow dan Washington tentang jaminan keamanan dan langkah-langkah untuk memastikan keamanan Rusia dan negara-negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Perundingan Rusia – Amerika Serikat dan Rusia-NATO tentang jaminan keamanan diadakan pekan lalu. Pada 10 Januari 2022, Jenewa pernah menjadi tuan rumah konsultasi Rusia – Amerika Serikat tentang masalah ini.

Pada 12 Januari 2022, pertemuan Dewan Rusia – NATO diadakan di Brussel, dan pertemuan Dewan Tetap, Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) diadakan di Wina pada hari berikutnya, 13 Januari 2022.

Rusia telah melayangkan tuntutan keamanan pada Amerika Serikat termasuk penghentian ekspansi NATO ke arah timur dan menegaskan bahwa Ukraina tidak akan pernah diizinkan bergabung dengan aliansi militer Barat.

Rusia menegaskan, begitu Ukraina diumumkan secara resmi menjadi anggota NATO, itu, berarti, Amerika Serikat dan sekutunya telah menabuh perang terbuka dengan Rusia.

Pemahaman ini bisa dilihat dari tindakan Rusia mengerahkan ribuan pasukan militer dilengkapi persenjataan siap tempur di sepanjang perbatasan kedua negara. Sejumlah peluru kendali balistik  sudah diarahkan ke wilayah Ukraina, dalam posisi siap diluncurkan.

Ukraina garis merah Amerika Serikat dan Rusia

Pengerahan pasukan di sepanjang perbatasan, tindaklanjut dari Rusia mengeluarkan peringatan keras dengan menyebut keinginan Ukraina menjadi anggota NATO, sebagai garis merah tahun 2021.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengeluarkan pernyataan ini sehari setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat Josef R Biden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.

Dmitry Peskov mengatakan, pertemuan berlangsung positif. Namun, Dmitry Preskov menyoroti keinginan Ukraina menjadi anggota NATO, sepeti yang diutarakan pemimpin negara tersebut, Volodymyr Zelenskiy, bakal jadi petaka bagi negara itu.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Emily Horne, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Perencanaan semacam ini sangat memprihatinkan.

Rakyat Ukraina memiliki hak berdaulat untuk menentukan masa depan mereka sendiri, dan kami mendukung mitra kami yang terpilih secara demokratis di Ukraina.”

Murayev (45 tahun), adalah seorang politisi pro-Rusia yang menentang integrasi Ukraina dengan Barat.

Menurut jajak pendapat oleh think tank Razumkov’s Center yang dilakukan pada Desember 2021, ia berada di peringkat ketujuh di antara kandidat untuk pemilihan presiden 2024 dengan dukungan 6,3%.

“Anda telah membuat malam saya menyenangkan. Kantor Luar Negeri Inggris tampaknya bingung,” kata Murayev kepada surat kabar Inggris, Observer.

“Itu sangat tidak logis. Saya dilarang dari Rusia. Tidak hanya itu, uang dari perusahaan ayah saya di sana telah disita.”

Inggris, yang minggu ini memasok 2.000 rudal dan satu tim pelatih militer ke Ukraina, juga mengatakan memiliki informasi bahwa dinas intelijen Rusia memelihara hubungan dengan “banyak” mantan politisi Ukraina, termasuk tokoh senior yang memiliki hubungan dengan mantan Presiden Viktor Yanukovich.

Yanukovich melarikan diri ke Rusia pada tahun 2014 setelah tiga bulan protes terhadap pemerintahannya dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara secara in absentia atas tuduhan makar pada tahun 2019.

Perencanaan serangan

“Beberapa dari mereka memiliki kontak dengan perwira intelijen Rusia yang saat ini terlibat dalam perencanaan serangan ke Ukraina,” kata pernyataan kantor luar negeri Inggris.

Kantor Perdana Menteri Boris Johnson di Downing Street juga mengatakan pemimpin Inggris itu berencana untuk meningkatkan tekanan pada Rusia minggu ini dengan menyerukan rekan-rekan Eropa untuk bersama-sama dengan Amerika Serikat untuk menghadapi agresi Rusia.

Kantor berita RIA melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, akan mengunjungi Moskow pada bulan Februari 2022, untuk bertemu dengan timpalannya dari Rusia Sergei Lavrov, sementara Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan timpalannya dari Inggris Ben Wallace juga telah setuju untuk mengadakan pembicaraan.

China dan Israel

Jika ditelisik sejarahnya, konflik di Ukraina, kelanjutan perang urat syaraf antara kekuatan Union of Soviet Socialist Republic (USSR) dengan Amerika Serikat dimana ada Inggris sebagai salah satu sekutunya saling berhadap-hadapan di era Perang Dingin, 1945 – 1991.

Pasca Perang Dingin, ditandaikan keruntuhan USSR, 25 Desember 1991, sebagian negara yang dibentuk atas pecahan USSR, seperti Ukraina, meminta perlindungan Amerika Serikat dan sekutunya, untuk mengekang hegemoni Rusia.

Dalam banyak konflik senjata internal di sejumlah negara pecahan USSR, antar dua kelompok yang bertikai, satu pihak didukung Rusia dan pihak lawan otomatis didukung Amerika Serikat dan sekutunya.

Kondisi konflik di negara pecahan USSR, persis dengan konflik terjadi di Timur Tengah, dimana antar kedua kelompok memiliki beking tersendiri, di satu pihak didukung Amerika Serikat dan di lain pihak didukung Rusia.

Di Timur Tengah, dukungan Amerika Serikat terhadap pemberontak, belum membuahkan hasil, karena posisi Presiden Suriah Bashar Al Asyad, didukung Rusia.

Di Ukraina, kepemimpinan sekarang didukung Amerika Serikat dan Inggris, tapi kelompok oposisi yang terbiasa berkomunikasi menggunakan Bahasa Rusia, selalu mendapat dukungan intelijen dan logistik dari Rusia.

Konflik Ukraina bakal berlarut-larut, karena di belakang Rusia ada China dan sewaktu-waktu Iran pasti muncul dengan kepentingan pragmatisnya yang selama ini kena sanksi ekonomi dari Amerika Serikat atas ujicoba senjata nuklir.

Diprediksi, China akan memainkan peran dalam konflik sebagian negara pecahan USSR, demi kepentingan peluasan wilayah investasi.

Israel dipastikan dengan cara licik menikmati keuntungan pragmatis, karena selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengan dua negara yang saling bertikai, yaitu Amerika Serikat dan Rusia.

Apalagi selama ini, baik China maupun Israel, selama ini dikenal terlibat di dalam pengembangan teknologi pertanian di sejumlah wilayah Federasi Rusia yang dikenal memiliki lahan yang subur.

Teknologi pertanian Israel dengan biaya murah, tepat guna, hasilnya maksimal, dibutuhkan sebagian besar negara di dunia, termasuk di wilayah Timur Tengah dan Afrika.

China dan Israel, dalam banyak kesempatan, selalu menegaskan ikut mengoptimalkan permanfaatan lahan pertanian di Rusia, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan international, sebagai solusi terbaik di dalam menghadapi perusahan iklim.

China, bersama Jepang dan Korea Selatan, berhasil menghegemoni dunia abad ke-21 dengan kemajuan ekonomi dan teknologi inovasi, melalui diplomasi kebudayaan, mengalahkan hegomini Amerika Serikat dan sekutunya sepanjang abad ke-20.

Wilayah USSR sedianya meliputi Baltik, Eropa Timur, kaukasus selatan, dan Asia Tengah seluas 22.402.200 kilometer persegi.

Setelah USSR bubar tahun 1991,  berubah menjadi Republik Federasi Rusia wilayahnya berkurang menjdi tinggal  17.075.400 kilometer persegi.

Muncul negara baru pecahan USSR, di wilayah Baltik ada Estonia, Latvia dan Lituania, di  Eropa Timur ada Belarus, Maoldova dan Ukraina, di kaukasus selatan ada Armenia, Azerbaijan dan Georgia, di Asia Tengah ada Kazakhstan, Tajikistan, Turmenistan dan Uzbekistan dengan luas wilayah keseluruhan 5.326.800 kilometer persegi.

Lihat kerusuhan meluas protes kenaikan harga satuan bakar minyak di Almaty dan Nursultan, Kazakhstan, 2 – 8 Januari 2022.

Tidak ingin kecolongan terlalu jauh, Presiden Kazakhastan, Kassym Jomart Tokayev, meminta militer Rusia, untuk mengendalikan keamanan di bawah kendali Dewan Keamanan Kolektif Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, Collective Security Treaty Organization (CSTO).

Kassym Jomat Tokayev, menuding kekuatan barat, identic dengan kepentingan Amerika Serikat, berada di balik aksi demonstrasi, sehingga mantan Kepala Intelijen, Karim Massimov ditangkap, Sabtu, 8 Januari 2022.

Karim Massimov dinilai berkomplot dengan kepentingan Barat, untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Senin, 10 Januari 2022, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken mengatakan Washington sedang mencari jawaban dari Kazakhstan mengapa perlu memanggil pasukan pimpinan Rusia untuk menyelesaikan kerusuhan domestik.

Anthony Blinken, mengecam perintah tembak dari Presiden Kazakhstan.

Sumber: reuters/tass russian news agency/the times of israel.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU