22 May 2022
HomeBeritaTPDI: Arteria Dahlan Anggota Komisi III DPR, Lakukan 2 Tindak Pidana

TPDI: Arteria Dahlan Anggota Komisi III DPR, Lakukan 2 Tindak Pidana

JAKARTA, SHNet – Arteria Dahlan, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), lakukan 2 tindak pidana.

Pertama, Arteria Dahlan, melakukan tindak pidana menghina Suku Sunda dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung Republik Indonesia, Dr ST Burhanuddin SH, Senin, 17 Januari 2022. Arteria Dahlan mengkritik salah satu Kepala Kejaksaan Tinggi berkomunikasi dengan Jaksa Agung, mengunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja.

Kedua, Arteria Dahlan, melakukan tindak pidana, memiliki 5 unit mobil dengan nomor pelat polisi yang sama, yaitu 4196-07.

Padahal Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polisi Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan, menegaskan, tiap anggota DPR-RI, hanya diberikan satu nomor pelat Polisi.

Sedangkan Arteria Dahlan, selaku anggota Komisi III DPR-RI, memiliki 5 mobil yang nomor pelat polisi sama, yaitu semuanya diberikan nomor 4196-07.

Dengan pengakuan Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan, 1 (satu) pelat Nomor Polisi: 4196-07 yang asli diperuntukan pada mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar atas nama H. Arteria Dahlan, maka dapat dipastikan 4 nomor polisi yang sama lainnya (4196-07), merupakan hasil penggandaan alias dipalsukan.

Itu pasti diperoleh secara ilegal dengan mekanisme Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Bagian Invent Biro Pal Slog Polisi Republik Indonesia.

Oleh karena itu, Badan Reserse dan Kriminal Polisi Republik Indonesia, tidak boleh hanya sebatas mengkalrifikasi kebenaran 1 (satu) Nomor Polisi: 4196-07 pada Mitsubishi Pajero Sport Dakar dan membantah 4 (empat) pelat Nomor Polisi lain.

Melainkan, wajib membuka “Penyidikan” untuk mengungkap dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Pelat Nomor Polisi Mobil, hasil KKN antara oknum Institusi Polisi Republik Indonesia bersama Anggota Komisi III DPR-RI dimulai dari Arteria Dahlan, sebagai yang menggunakan 4 Nomor Polisi palsu milik Institusi Polisi Republik Indonesia.

Polri perlu buka penyidikan

Berdasarkan penjelasan eks Kepala Korps Lalulintas Polisi Republik Indonesia, Inspektur Jenderal (Purn) Pudji Hartanto(sekarang anggota Komisioner Komisi Kepolisian Nsional), bahwa Pelat Dinas Polisi seperti yang dimiliki Arteria Dahlan, dikeluarkan Bag Invent Biro Pal Slog Polisi Republik Indonesia bagi pejabat tertentu, dimana proses pengajuan ke Slog Polisi Republik Indonesia, diajukan secara resmi oleh Instansi.

Karena itu perlu dipertanyakan kepada Sekretariat Jenderal DPR-RI, apakah Sekretaris Jenderal DPR-RI pernah meminta kepada Bag Invent Biro Pal Slog Polisi Republik Indonesia untuk Nomor Polisi atas nama Arteria Dahlan, Anggota Komisi III DPR-RI .

Penyidikan Badan Reserse dan Kriminal Polisi Republik Indonesia, dalam kasus penggandaan Pelat Nomor Polisi Institusi Polisi Republik Indonesia yang digunakan oleh pejabat di luar Institusi Polri.

Ini harus dimaknai sebagai upaya mengungkap hubungan KKN antara  Arteria Dahlan dengan Pejabat Polisi Republik Indonesia, mitra Komisi III DPR RI, mengingat Arteria Dahlan selalu menampilkan diri sebagai sosok Anggota Komisi III DPR RI yang paling anti KKN ketika tampil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pimpinan Polisi Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Agung (MA), dan pihak lainnya, tetapi nyatanya membangun jaringan KKN.

Apa yang terjadi dengan Arteria Dahlan dalam peristiwa Penggandaan Pelat Nomor Polisi  hingga 4 (empat) Pelat Nomor Polisi yang sama.

Hal itu  menggambar betapa Arteria Dahlan telah merusak fungsi pengawasan Komisi III DPR terhadap mitranya.

Nampaknya Arteria Dahlan begitu vokal dalam forum RDP dengan Kepala Polisi Republik Indonesia, Jaksa Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Mahkamah Agung, dan lain-lain.

Ternyata itu hanyalah kepura-puraan, menipu rakyat dengan kemasan diri sebagai orang yang paling bersih dari KKN dan sedang mengawasi Mitranya.

Ada 5 kesalahan Arteria Dahlan

Arteria Dahlan bukan orang bego atau mudah di-bego-begoin, tetapi adalah sosok yang licin sehingga sering terpeleset dan jatuh ketika berkelit.

Dalam kasus Penggandaan Pelat Nomor Polisi milik Instansi Polri, ada 5 kesalah utama Arteria Dahlan.

Pertama, Arteria Dahlan telah menggunakan 4 Pelat Nomor Polisi yang sama dari 1 Pelat Nomor Polisi resmi dikeluarkan Slog Polisi Republik Indonesia Nomor : 4196-07, yang diperuntukan hanya pada Mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar.

Namun namor yang sama pernah dipakai pada Toyota Vellfire milik Arteria Dahlan.

Kedua, Arteria Dahlan terlibat pemesanan Penggandaan Pelat Nomor: 4196-07, yang diduga sebagai Pelat Nomor yang dipalsukan atau ilegal digunakan pada mobil Toyota Vellfire, Mitsubishi Grandis, Toyota Fortuner, Nissan Grand Livina, dan Toyota Innova milik pribadinya.

Ketiga, Arteria Dahlan telah menyalahgunakan fungsi Pengawasan DPR RI pada Komisi III dan membangun KKN dengan Pejabat pada Slog Polri hanya untuk mendapatkan Penggandaan Pelat Nomor Polri.

Keempat, Arteria Dahlan menyalahgunakan fasilitas negara (tempat parkir DPR) untuk memarkir dan menyembunyikan pemakaian Pelat Nomor Polisi yang sudah digandakan.

Kelima, Arteria Dahlan telah menyembunyikan 4 Pelat Nomor 4196-07 yang digandakan dan diletakan pada tatakan Pelat Nomor Mobil yang bukan diperuntukan pada Pelat Nomor 4196-07 sejak Jumat, 21 Januari 2022.

Oleh karena itu Badan Reserse dan Kriminal Polisi Republik Indonesia, segera melakukan tindakan Kepolisian, memasang Police Line di Baseman Parkir DPR RI sebagai

Tempat Kejadian Perkara (TKP), dimana Arteri Dahlan memarkirkan 5 (lima) mobil milik pribadinya di Garasi DPR RI dan selanjutnya menyita 5 Pelat Nomor Polisi yang digandakan sebagai bukti pemalsuan.

KPK periksa asal-usul kekayaan

Dengan total nilai kekayaan sebesar Rp22 miliar lebih dan dengan memiliki hutang sekitar Rp8 miliar lebih, maka jika dihitung dari masa dimana Arteria Dahlan menjadi Anggota DPR RI yang belum sampai 5 tahun berjalan.

Maka KPK seharusnya mempertanyakan asal usul kekayaan dengan nilai sebesar Rp22 miliar lebih, apakah ada perolehan lain yang tidak sah.

Begitu pula dengan pemilikan kendaraan yang berlebihan dan lain-lain, KPK perlu menelisik Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Arteria Dahlan.

Apakah masih ada kekayaan milik Arteria Dahlan yang belum dilaporkan?

Apakah LHKPN yang sudah diserahkan ke KPK sudah dilaporkan dengam jujur atau belum?

Hal ini perlu diklarifikasi dan dibuktikan untuk menguji apakah Penyelenggara Negara Arteria Dahlan benar-benar jujur melaporkan kekayaannya dalam LHKPN.

Apakah Arteria Dahlan pernah telibat KKN atau tidak dengan pihak Mitra Komisi III yang seharusnya menjadi obyek pengawasan Komisi III DPR RI.*

Jakarta, 22 Januari 2022

Petrus Selestinus, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) & Advokat Peradi.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU