SHNet, Jakarta– Masih rendahnya literasi di Indonesia melatar belakangi Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M menulis buku “Darurat Literasi Indonesia: Urgensi, Reformulasi, Sinergi dan Kolaborasi”.
“Buku ini terdiri dari 90 halaman. Sebanyak 30 halaman berisikan pendapat pimpinan dan anggota Panitia Kerja (Panja) Peningkatan Literasi dan Tenaga Perpustakaan,” ujarnya saat peluncuran buku tersebut di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (19/03/2024)
Menurut Abdul Fikri, buku tersebut dibuat seperti karya ilmiah, mulai dari latar belakang sampai solusinya.
Dia berharap, dengan membaca buku tersebut, masyarakat dapat mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh Panja Peningkatan Literasi dan Tenaga Perpustakaan serta kendala-kendala yang dihadapi.
Abdul Fikri menjelaskan, buku “Darurat Literasi Indonesia: Urgensi, Reformulasi, Sinergi dan Kolaborasi” merupakan bentuk keprihatinan kondisi literasi di Indonesia, pemahaman tentang literasi itu sendiri, gedung perpustakaan yang kekurangan bahan bacaan, toko buku banyak yang tutup, kurangnya tenaga pustakawan, dualisme standar antara Perpusnas dan Kemendikbud, anggaran dan Gerakan Literasi yang sudah lama digaungkan.
Harapannya, dokumentasi setiap panja akan dibuat dalam bentuk buku, sehingga bisa jadi karya ilmiah, jurnal serta sumber penelitian,” pungkasnya.
Plt. Kepala Perpustakaan Nasional
Prof H.E Aminudin Aziz mengapresiasi buku “Darurat Literasi: Urgensi, Reformulasi, Sinergi dan Kolaborasi”.
“Inisiatif menerbitkan buku ini perlu diapresiasi. Lembaga negara jarang menerbitkan buku yang bisa diakses oleh masyarakat.
Halaman buku ini memang berisi komentar- komentar anggota komisi X DPR RI yang sering saya dengar,” ujarnya.
Aminudin Aziz menjelaskan,
kalau melihat isinya sebagai sebuah buku, maka dari struktur, buku harus punya substansi utama yang ingin dihasilkan. Ini beda karena ini produk lembaga politik. “Pendapat anggota komisi X sangat politis,” ungkapnya.
Meski demikian, dia mengkritisi bahwa buku tersebut minim kajian akademiknya terkait literasi.
Untungnya dalam daftar pustaka ada rujukan. (Stevani Elisabeth)

