SHNet, Jakarta- Komunitas yang menamakan diri SPAK atau “Saya Perempuan Antikorupsi” Indonesia, mencanangkan program yang disebut “Sekolah Jujur, Sekolah Saya”. Acara yang dilaksanakan di Hotel Harris FX Sudirman, Jakarta, Senin (24/10/2022) dilakukan bersama Program Organisasi Penggerak Kemendikbudristek.
Direktur SPAK Indonesia, Maria Kresentia, mengatakan, SPAK Indonesia menawarkan program “Sekolah Jujur, Sekolah Saya” dalam membentuk ekosistem antikorupsi di sekolah. Dalam program ini, tiap sekolah diminta untuk mewujudkan suatu inisiatif kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai antikorupsi, di antaranya transparansi anggaran sekolah, kantin jujur, kotak temuan barang hilang, kode etik sekolah dengan memasukkan nilai-nilai antikorupsi dan sebagainya. Sekolah diberikan kebebasan untuk memiliki inisiatif kegiatan yang mereka anggap paling mungkin sesuai dengan kondisi sekolah. Dalam proses pelaksanaan inisiatif tersebut, sekolah didampingi oleh para Agen SPAK secara rutin
Lebih anjut dikemukakan Maria Kresentia, pendampingan yang dilakukan meliputi pelatihan bagi pemangku kepentingan sekolah (orang tua murid, komite dan pengurus sekolah lain) dan fasilitasi diskusi Kepala Sekolah dan guru dengan orang tua murid dan komite untuk menjembatani kepentingan kedua belak pihak terkait program “Sekolah Jujur, Sekolah Saya”. Inisiatif yang dipilih akan merupakan pembelajaran bagi semua pemangku kepentingan sekolah tentang sejauh mana mereka memahami nilai-nilai antikorupsi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Secara berkala para Agen SPAK melakukan pertemuan untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi tiap sekolah serta saling mengusulkan jalan keluar bersama. Di samping itu mereka juga mengumpulkan cerita-cerita perubahan yang merupakan cerita inspiratif yang muncul dari proses program “Sekolah Jujur, Sekolah Saya” dan akan didokumentasikan agar dapat menjadi catatan praktek baik bagi sekolah-sekolah lain.
Program ini telah berjalan sejak April 2022 lalu dan hari ini (Senin 24 Oktober 2022) SPAK Indonesia akan memberikan apresiasi pada para Kepala Sekolah dan Guru yang telah memulai membangun ekosistem antikorupsi di sekolahnya melalui beberapa inisiatif kegiatan. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai partner baik bagi sekolah dan SPAK Indonesia dalam melakukan berbagai kegiatan POP.
Melalui “Sekolah Jujur, Sekolah Saya” diharapkan sekolah-sekolah sasaran POP ini menjadi percontohan bagi semakin banyak sekolah lain tentang pentingnya membangun dunia pendidikan yang bersih dari korupsi melalui penanaman nilai-nilai antikorupsi pada semua pemangku kepentingan. Peran Media sangat dibutuhkan dalam mengkomunikasikan upaya-upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh masyarakat untuk membangun kesadaran lebih luas tentang pentingnya pentingnya peran serta masyarakat dalam membangun dunia pendidikan yang bebas dari korupsi.
SPAK Indonesia memilih 10 sekolah di Jakarta dan Makassar sebagai sekolah sasaran dalam pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP). Kedua wilayah ini dipilih karena adanya modalitas yang dimiliki SPAK Indonesia berupa para agen yang memiliki kemampuan melakukan advokasi serta fasilitasi untuk dapat membangun kolaborasi dengan para Kepala Sekolah dan guru di sekolah sasaran.
Kesepuluh sekolah tersebut adalah : Wilayah Jakarta yaitu SDN Menteng 01 Jakarta Pusat, SDN Menteng 03 Jakarta Pusat, SD Santa Ursula Jakarta Pusat, SDN Pancoran 01 Jakarta Timur, SDN Pela Mampang 05 Jakarta Selatan. Sedangkan wilayah Makassar yaitu SD Inpres Unggulan BTN Pemda, SD Inpres Unggulan Toddopuli, SDN Barabaraya 01, SDN Maricaya 02, dan SDN Bawakaraeng 01

Nilai-nilai Antikorupsi
Maria Kresentia menjelaskan, SPAK Indonesia adalah sebuah organisasi mendiri yang bergerak dalam penanaman nilai-nilai antikorupsi untuk mendorong perubahan yang dimulai dari diri sendiri sampai pada perubahan sistem. Lahir sebagai sebuah gerakan dengan Saya Perempuan Antikorupsi di tahun 2014, SPAK kemudian menjadi organisasi mandiri di tahun 2019 dan sampai saat ini telah memiliki jaringan agen di 34 provinsi dengan sejumlah lebih dari 2800 perempuan dari berbagai latar belakang profesi.
SPAK Indonesia telah mencatat berbagai perubahan yang diwujudkan oleh para agennya dengan dilandasi kesadaran yang kuat akan pentingnya nilainilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kekuatan SPAK Indonesia adalah penggunaan permainan (board game) sebagai alat bantu penanaman nilai-nilai antikorpsi bagi masyarakat. SPAK Indonesia memiliki berbagai permainan untuk sasaran dan tujuan yang berbeda: untuk penanaman nilai pada siswa SD, pendidikan antikorupsi untuk SMPSMA dan dewasa, khusus untuk mengawal penggunaan dana desa, untuk pencegahan korupsi dalam perkawinan anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Peran SPAK Indonesia telah diakui oleh badan internasional United Nations Offices on Drugs and Crimes (UNODC) sebagai gerakan yang merupakan cara pencegahan korupsi melalui peran perempuan, yang selama ini dianggap sebagai kelompok paling terdampak korupsi.
Gerakan SPAK telah menerima penghargaan dari PBB dalam International Anti-corruption Excellence Awards untuk katagori Young and Creativity Engagement, di samping juga beberapa penghargaan di tingkat nasional, seperti Indonesia Public Relation Association, Majalah CSR Indonesia, Muri.
Dalam dunia pendidikan, SPAK Indonesia membangun gerakan Guru Pembangun Peradaban yang diawali di kota Surabaya dengan melatih 350 orang guru dan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP. Gerakan yang merupakan kerja sama SPAK Indonesia dengan Pemerintah Kota Surabaya dan beberapa perusahaan swasta melalui program CSR ini, bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Kurikulum Antikorupsi melalui penguatan guru sebagai contoh nyata (role model) dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembangunan gerakan ini memberikan pelajaran penting bagi SPAK Indonesia tentang pentingnya membangun kesadaran guru sebagai pendidik dan perpanjangan tangan orang tua tentang pentingnya nilai-nilai antikorpsi agar dapat menjadi contoh nyata membangun karakter siswa yang berintegritas. Guru memegang peran penting dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter kuat.(sur)

