22 October 2026
HomeBeritaFerry Salim dan Andovi da Lopez Hadir Bersama Para Pemain Taiwan di...

Ferry Salim dan Andovi da Lopez Hadir Bersama Para Pemain Taiwan di Gala Premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak di Jakarta

SHNet, Jakarta-Legenda Kuntilanak Indonesia Bertemu Ritual Pengusiran Setan Zhong Kui dari Taiwan! Kolaborasi Pemain Indonesia dan Taiwan Meriahkan Gala Premiere. Ferry Salim Berduet dengan Wilson Hsu Menyanyikan Lagu Anak Indonesia, Andovi da Lopez Unjuk Kemampuan Bernyanyi dalam Bahasa Mandarin, Wilson Hsu Bikin Heboh dengan Bahasa Indonesia yang Fasih.

Film horor asal Taiwan, The Rope Curse 4: Kuntilanak, siap tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026! Film ini untuk pertama kalinya memadukan tradisi ritual pengusiran roh jahat Zhong Kui dari kuil-kuil Taiwan dengan legenda hantu perempuan Kuntilanak yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Tak hanya melakukan syuting langsung di Indonesia, film ini juga menghadirkan aktor ternama Indonesia Ferry Salim dan kreator konten populer Andovi da Lopez.

Sejak dirilis di Taiwan, film ini telah meraih pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), sekaligus mencetak rekor sebagai film terlaris sepanjang waralaba The Rope Curse. Kesuksesan tersebut semakin menambah daya tarik kolaborasi horor lintas negara ini.

Menjelang penayangannya di Indonesia, gala premiere The Rope Curse 4: Kuntilanak digelar meriah pada malam 19 Oktober 2026 di studio SCREENX CGV, Jakarta. Ferry Salim dan Andovi da Lopez hadir bersama produser asal Taiwan Jeff Tsou, sutradara Liao Shih-Han, serta para pemain Wilson Hsu, Hangee Liu, dan Travis Hu. Mereka bertemu langsung dengan penonton Indonesia untuk memperkenalkan film yang memadukan budaya horor dari kedua negara.

Jeff Tsou mengungkapkan kegembiraannya, “Ini adalah film horor eksorsisme Taiwan pertama yang melakukan syuting sekaligus tayang di Indonesia. Saya sangat antusias dan berterima kasih atas sambutan hangat serta dukungan semua orang!”

Sementara itu, Liao Shih-Han mengaku merasa antusias sekaligus gugup karena film ini menggabungkan budaya Zhong Kui dari kuil-kuil Taiwan dengan legenda Kuntilanak Indonesia. Ia berharap perpaduan kedua budaya tersebut dapat diterima dan disukai oleh penonton Indonesia.

Ferry Salim dan Andovi da Lopez Meriahkan Gala Premiere, Para Pemain Indonesia dan Taiwan Saling Unjuk Kemampuan Bahasa

Salah satu momen paling mengejutkan dalam gala premiere terjadi ketika aktor Taiwan Wilson Hsu memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia yang begitu fasih. Penonton langsung menyambutnya dengan sorakan meriah, bahkan Andovi da Lopez sampai terkejut dan berseru, “Fasih banget! Kamu sebenarnya orang Indonesia, ya?”

Tak mau melewatkan kesempatan tersebut, Ferry Salim langsung mengajak Wilson Hsu menyanyikan lagu anak-anak Indonesia “Sayang Semuanya” bersama-sama. Lagu yang akrab di telinga masyarakat Indonesia itu membuat suasana acara semakin meriah.

Wilson Hsu mengungkapkan bahwa ia sengaja meluangkan waktu dua hari untuk berlatih memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia menjelang gala premiere. Ia juga kembali menghafalkan lagu anak-anak Indonesia yang pernah dipelajarinya selama proses syuting.

 

Wilson kemudian memberikan kejutan lain dengan memperagakan kembali mantra pengusiran setan dari film, lengkap dengan gerakan ritual yang penuh tenaga. Penampilannya mendapat tepuk tangan meriah, bahkan penerjemah bahasa Indonesia yang mendampingi acara sampai mengangkat kedua tangan sambil tertawa.

“Luar biasa! Mantra yang satu ini benar-benar tidak bisa saya terjemahkan. Saya menyerah!” ujarnya, membuat seluruh penonton tertawa.

Andovi da Lopez pun tak mau kalah. Ia menyapa penonton menggunakan bahasa Mandarin, lalu mengejutkan semua orang dengan menyanyikan lagu Mandarin populer “Liu Xing Yu” (流星雨) di atas panggung. Momen tersebut menjadi salah satu bentuk pertukaran budaya yang menghibur antara para pemain Indonesia dan Taiwan.

Sementara itu, Ferry Salim secara khusus mengundang keluarga dan sahabatnya untuk menyaksikan film tersebut. Setelah menonton, keluarganya mengaku sangat terkesan dengan penampilan Ferry yang berbeda dari biasanya.”Baru kali ini melihat Ferry dengan penampilan seperti ini. Keren banget!” ujar keluarganya.

Adegan Pakai Masker Wajah Bikin Penonton Indonesia Tertawa, Travis Hu Nyanyikan “Nina Bobo” Selain interaksi seru antarpemain, sejumlah adegan dalam film juga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton Indonesia.

Aktor Taiwan Hangee Liu, yang memerankan karakter A-Guai, mengungkapkan rasa harunya karena untuk pertama kalinya dapat menonton film yang dibintanginya bersama penonton Indonesia.

Saat adegan A-Guai selesai mandi, memakai masker wajah, lalu tiba-tiba bertemu hantu ditayangkan, penonton langsung tertawa terbahak-bahak. Respons tersebut membuat Hangee merasa sangat tersentuh sekaligus bangga karena unsur komedi dalam aktingnya ternyata dapat dinikmati meskipun terdapat perbedaan bahasa dan budaya.

Sementara itu, Travis Hu, yang memerankan putra seorang pekerja migran Indonesia dalam film, memberikan penampilan spesial dengan menyanyikan lagu pengantar tidur tradisional Indonesia “Nina Bobo” dalam sesi setelah pemutaran film.

Lagu yang juga muncul dalam cerita The Rope Curse 4: Kuntilanak tersebut menjadi salah satu elemen yang menghubungkan budaya Indonesia dan Taiwan dalam film ini.

Kuntilanak Indonesia Berhadapan dengan Zhong Kui Taiwan, Film Raih Box Office Lebih dari NT$81 Juta (Sekitar Rp44,8 Miliar)

Dikembangkan selama tiga tahun, The Rope Curse 4: Kuntilanak memadukan tradisi kepercayaan dan ritual kuil Taiwan, praktik pengusiran roh jahat Zhong Kui, serta legenda Kuntilanak yang sangat dikenal di Indonesia.

Dengan proses syuting yang juga dilakukan langsung di Indonesia, film ini menghadirkan unsur horor lintas budaya yang berbeda dari film-film sebelumnya dalam waralaba The Rope Curse.

Poster film

Sejak tayang di Taiwan, film ini telah mengumpulkan pendapatan box office lebih dari NT$81 juta (sekitar Rp44,8 miliar), menjadikannya film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah waralaba The Rope Curse.

Selain aktor Indonesia Ferry Salim dan Andovi da Lopez, film ini juga dibintangi oleh Vera Chen, Wilson Hsu, Po Cheng Chen, Hangee Liu, dan Travis Hu.

The Rope Curse 4: Kuntilanak diproduksi dan dipasarkan oleh WOWing Entertainment Group, serta didistribusikan di Taiwan oleh Machi Xcelsior Studios. Film ini digarap oleh produser Jeff Tsou dan sutradara Liao Shih-Han bersama tim kreatif peraih penghargaan dari seri sebelumnya.

The Rope Curse 4: Kuntilanak resmi tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2026. Film ini juga dijadwalkan tayang di Kamboja pada 29 Oktober dan Vietnam pada 11 November 2026, membawa kisah horor hasil kolaborasi Taiwan dan Indonesia kepada lebih banyak penonton di Asia. (sur)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU