25 May 2026
HomeBeritaLihat Tanda PSI Dukung Prabowo, Guntur Romli Resmi Tinggalkan PSI

Lihat Tanda PSI Dukung Prabowo, Guntur Romli Resmi Tinggalkan PSI

Jakarta-Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menyatakan keluar dari PSI, menyusul kehadiran Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Rabu, 2 Agustus 2023. Selain itu, Guntur Romli melihat adanya tanda kalau PSI bakal mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden 2024.

“Saya ingin menyampaikan hal yang sebenarnya berat bagi saya, karena terkait relasi antara saya dan kawan-kawan yg saya sudah anggap sebagai saudara sendiri, dan PSI yang selama ini saya anggap sebagai “Rumah Politik” saya, mulai hari ini saya menyatakan keluar dari PSI, sebagai anggota dan kader PSI,” jelas Guntur Romli dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta pada Sabtu (05/08/2023).

Guntur mengatakan, dirinya bukan pengurus PSI, tapi selama ini sudah dikenal sebagai politisi PSI karena 2019 menjadi Caleg DPR RI dari PSI dan Jubir PSI.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua Bro dan Sis di PSI atas perjuangan selama ini dan meminta maaf apabila ada hal-hal yang tak berkenan. Pada Bro Ketum Giring, Sisjen Isyana dan semuanya,” kata Guntur.

Guntur mengatakan, berterima kasih secara khusus kepada Bro Raja Juli Antoni, yang mengajaknya ke PSI tahun 2016, terima kasih telah memberikan kesempatan. Bro Raja Juli adalah sosok pemimpin, intelektual, aktivis yg tetap akan saya kagumi.

“PSI bukan rumah politik saya yang pertama, saya pernah menjadi Ketua PKB Cabang Luar Negeri Mesir tahun 2002-2004 era Gus Dur, namun di PSI lah saya benar-benar ditempa menjadi politisi yg punya idealisme, punya DNA anti intoleransi dan anti korupsi,” jelas Guntur.

Menurutnya, bersama PSI benar-benar menikmati perjuangan politik yang penuh dinamika: Pilkada DKI 2016-2017 membela Ahok, hingga Pemilu 2019, ikut memenangkan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

“Saya menerima tawaran masuk PSI karena saya merasa waktu itu cocok dengan DNA PSI. Sebelum masuk PSI saya memang bergerak dalam perjuangan itu, melawan intoleransi dan radikalisme, korupsi dan memperjuangkan toleransi, kebhinnekaan dan prinsip-prinsip kemanusiaan,” kata Guntur.

Namun, jelas Guntur, ada hal yang menganggu hati nurani dan idealismenya dengan kehadiran Prabowo Subianto di DPP PSI, Rabu 2 Agustus 2023. Guntur menyatakan tidak pernah diberi tahu, apalagi penjelasan oleh kawan-kawan Pengurus PSI soal kehadiran Prabowo itu baik sebelum dan sesudahnya. Dirinya hanya bisa membaca dan menonton di media.
“Saya sungguh terkejut, karena masih ingat Januari 2019, PSI pernah memberikan Award Kebohongan Terlebay pada Prabowo Subianto karena mengeluarkan pernyataan selang cuci darah RSCM digunakan berkali-kali sampai 40 pasien, dan langsung dibantah oleh Direktur RSCM waktu itu,” tutur Guntur.

Guntur mengatakan, PSI memilih Jokowi pada 2019–Guntur sendiri pendukung dan pemilih Jokowi sejak 2014, bahkan sejak Pilgub DKI 2012–karena rekam jejak Jokowi yang berhasil memimpin Indonesia selama 5 tahun: 2014-2019, dibanding rekam jejak Prabowo dan keterlibatan tokoh-tokoh intoleran dan radikal, pemain politik identitas dan isu SARA yang mengancam keutuhan dan kebhinnekaan Indonesia, dan beberapa tokoh itu masih ada di sekitar Prabowo saat ini.

Guntur menegaskan, dirinya tidak sedang melancarkan politik kebencian pada Prabowo. Guntur menghormati Prabowo sebagai sosok manusia dan tokoh politik, tapi rekam jejak tak bisa dihapus, fakta sejarah tak bisa diingkari, keterlibatan Prabowo dengan pelanggaran HAM di masa lalu, penculikan aktivis, beberapa dari mereka tak diketahui nasibnya hingga saat ini, sehingga diberhentikan dari TNI, adalah fakta sejarah yang tak bisa dibantah dan hingga saat ini keluarga aktivis yang dihilangkan itu masih menuntut keadilan sampai saat ini.

“Saya menghormati Pak Prabowo sebagai menteri di Kabinet Pak Jokowi, namun saya melihat kinerja Pak Prabowo akan menjadi beban di pemerintahan Pak Jokowi terkait dugaan kegagalan food estate yang di bawah Kemenhan (tapi sukses di bawah kementrian yang lain) dan pembelian pesawat bekas dari Qatar, yang saya baca di media: pada era Menhan Pak Juwono Sudarsono tahun 2009 yang tidak mau diberi hibah pesawat-pesawat itu, mau dikasi gratis saja tidak mau, kok sekarang Prabowo malah membeli pesawat bekas itu dengan harga mahal?,” jelas Guntur.

Karena segala rekam jejak Prabowo dan kinerjanya itu, dengan segala hormat, tanpa maksud merendahkan Prabowo, jelas Guntur, menurut pertimbangan rasional dan ideologis, dia yakin Ganjar Pranowo yang layak menjadi penerus Joko Widodo tahun 2024.

Menurutnya, karena persamaan ideologi Jokowi dan Ganjar, persamaan gaya kepemimpinan dan pelayanan, merakyat, dekat dengan rakyat, senantiasa blusukan, bertemu dengan rakyat, apapun resiko dan keluhannya, jujur, bersih, lurus, tidak neko-neko, dan juga berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang diumumkan PSI pada Oktober 2022.

“Meskipun yang saya baca, baik dari media dan medsos, kawan-kawan PSI menyatakan kehadiran Pak Prabowo itu hanya silaturahim politik biasa, tapi ‘tondo-tondo’ koalisi PSI dan Prabowo akan menjadi kenyataan, hanya soal waktu saja,” katanya.

Sebagai orang yang mendaku spartan, Ketua Umum Ganjarian, Guntur mengeaskan,  tidak mungkin punya sikap politik yang abu-abu, sehingga harus menyatakan sikap dan memilih.

Sebelum ini, jelas Guntur, dirinya mengenal PSI sebagai “rumah politik perjuangan” yang penuh dengan keberanian, tak gentar menyatakan sikap dan berjuang untuk melawan intoleransi, korupsi, membangun solidaritas kemanusiaan, merawat kebhinnekaan, mempertahankan prinsip-prinsip dan idealisme. Politik Keberanian. Politik Perjuangan.

“Namun akhir-akhir ini saya melihat PSI seperti terjebak pada politik sentimentil, merasa dihina, dilepeh, diludahi, merasa ditolak ‘cinta’nya, ngambekan, terkesan politik ‘menye-menye’. ‘Melow’. Tapi semoga, kesan saya itu, saya keliru,” katanya.

Namun alasan yang sebenarnya Guntur akhirnya memutuskan keluar dari PSI adalah kehadiran Prabowo di DPP PSI dan “tondo-tondo” koalisi PSI dengan Prabowo itu tanpa dibuka terlebih dahulu ruang diskusi dan perdebatan karena terkait nilai-nilai dan prinsip-prinsip sama-sama dperjuangkan selama ini.(sp)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU