SHNet, Depok-Hamil seharusnya menjadi momen paling indah bagi setiap wanita. Namun, sepanjang 9 bulan mengandung para ibu hamil seringkali mengalami banyak keluhan seperti nyeri punggung, rasa kram yang mengganggu tidur, tangan dan kaki bengkak, dan lain-lain.
Kenapa itu bisa terjadi? Menurut pemilik Rumah Bersalin Depok Jaya, Bidan Jehanara, SST, MKeb, hal tersebut disebabkan terjadinya perubahan hormon pada tubuh ibu yang sedang hamil. Selain itu, tulang wanita hamil lebih lunak dibandingkan dengan yang tidak hamil. “Dan namanya juga ada benda asing, bayi itu kan dianggap benda asing oleh tubuh ibu hamil,” ujarnya.
Nah, untuk mengatasi keluhan para ibu hamil itu, salah satu caranya menurut Bidan Jehan adalah dengan mengikuti Prenatal Yoga. Rumah Sakit Depok Jaya sendiri mengadakan Prenatal Yoga ini dua kali seminggu yaitu setiap Sabtu dan Minggu.
Dia menjelaskan Prenatal Yoga ini sebenarnya bertujuan untuk melatih para ibu hamil agar banyak bergerak terutama untuk otot perut, otot panggul, otot pantat, otot kaki, otot paha agar menjadi lentur. Kenapa? “Karena melahirkan itu butuh otot perut, otot panggul, otot pantat, otot kaki, otot paha, yang lentur supaya bayi lahirnya bisa meluncur dan gampang. Tapi, kalau ototnya kaku maka akan susah lahirannya,” kata Bidan Jehan yang juga Dosen di Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 ini.
Makanya, kata Jehan, ada ibu-ibu yang lahirannya susah dan ada yang gampang. Dan menurutnya, Prenatal Yoga itu tidak cukup dilakukan hanya sekali seminggu saja tapi harus setiap hari. “Paling tidak jalan kaki yang paling mudah supaya ototnya lentur,” tukasnya.
Ada 3 elemen utama yang diperhatikan dalam melakukan Prenatal Yoga. Pertama, bernafas dengan penuh kesadaran.
Sesi Prenatal Yoga ini mengajarkan teknik untuk bernapas dengan benar. Ada teknik nafas alami, nafas perut, nafas penuh, bahkan nafas untuk mengurangi nyeri saat kontraksi melahirkan.
Kedua, postur dan gerakan selama Prenatal Yoga yang berfokus pada latihan otot dasar panggul, panggul, pinggul, paha, dan punggung. Ketiga, relaksasi dan meditasi. Setiap sesi latihan Prenatal Yoga diakhiri dengan 5-10 menit relaksasi. Waktu ini sangat tepat untuk membuat ibu-ibu hamil merasa rileks, tenang, dan damai.
Selain mempersiapkan fisik, kata Bidan Jehan, Prenatal Yoga itu juga bertujuan untuk mempengaruhi psikis pada ibu hamil. Karena menurutnya, bayi yang sehat itu berasal dari ibunya yang happy. Dia menuturkan bahwa dalam tubuh manusia itu memiliki hormon endorfin yaitu disebut juga hormon kebahagiaan. “Tapi, hormon itu sifatnya tidur, dan dia akan bangun kalau dirangsang. Nah, melalui Prenatal Yoga ini salah satu tujuannya untuk mengeluarkan hormon endorfin pada ibu hamil agar bisa happy dengan cara bergerak,” katanya.
Nah, lanjut Bidan Jehan, dengan mengeluarkan hormon endorfin, itu juga akan mengaktivasi hormon pertumbuhan untuk pertumbuhan bayinya. “Jadi, pertumbuhan bayinya menjadi sehat,” ujarnya.
Delfi, salah satu ibu hamil yang ikut pada kegiatan Prenatal Yoga di Ruamh Bersalin Depok Jaya, mengatakan mengikuti kegiatan ini karena ingin melahirkan normal. “Kalau mau lahiran normal kan harus banyak olahraga seperti yoga in. Kan kalau sehari-hari saya kerja, jadi waktu olahraganya nggak ada, Jadi, pas Sabtu-Minggu maunya yoga supaya nanti pas proses melahirkannya nanti berjalan lancar. Supaya badannya itu kayak pernapasannya itu sudah siap saat melahirkan nanti,” tuturnya.
Mifta, ibu hamil lainnya yang sudah mengikuti kegiatan ini sebanyak lima kali juga mengakui bahwa Prenatal Yoga ini sangat bermanfaat baginya untuk melenturkan otot-otot. “Apalagi saya yang mau persalinannya normal. Apalagi saat kelahiran anak pertama sebelumnya itu saya cesar. Jadi, yang kedua maunya normal sehingga ikut yoga biar ototnya makin lentur dan bisa membantu jalan lahir juga. Terus pernapasannya bisa lebih dilatih, semua belajarnya dari yoga di sini,” ucapnya.
Ibu hamil lainnya bernama Tika mengatakan mengikuti kegiatan Prenatal Yoga ini saat kehamilannya sudah mencapai 24 minggu. “Saat ini aku kan hamil anak kedua. Hamil anak pertama cesar. Jadi, untuk anak kedua ini ingin lahir normal. Dengan yoga kan bisa memperlancar otot-otot. Awalnya aku sakit-sakit di tulang pinggang dan tulang ekor. Tapi setelah ikut yoga, semuanya hilang sampai sekarang. Alhamdulillah nggak ada keluhan lagi,” tukasnya.
Refiska, juga mengungkapkan hal serupa. Sejak mengikuti yoga, dirinya badannya yang tadinya pegal-pegal menjadi berkurang. “Jadi memang kalau hamil itu harus tetap olahraga. Saya saja kalau sama sekali itu nggak bergerak badan pegel-pegel. Tapi, sejak ikuti yoga, pegel-pegelnya berkurang,” katanya.
Anggota Prenatal Yoga lainnya, Nita, juga mengatakan dirinya yang tadinya sulit untuk jalan pada kemahilannya yang ketiga ini, dengan ikut yoga menjadi bisa jalan kaki. “Jadi, pada kehamilan ketiga ini saya sulit untuk jalan. Padahal pada kehamilan pertama dan kedua saya alhamdulillah masih bisa jalan kaki pagi sore itu masih sanggup. Tiba-tiba di minggu ke-22 kaki saya sudah mulai sering kram. Habis bangun tidur itu badan saya juga kayak habis digebukin. Akhirnya saya coba yoga ini. badan tidak lagi tegang-tegang banget tapi lebih enakan,” tuturnya.
Bidan Jehan pun selalu mendorong para ibu hamil agar berupaya untuk sebisa mungkin melahirkan bayinya secara normal. Alasanya adalah melahirkan normal itu memiliki banyak kelebihan terhadap bayi yang akan dilahirkan. Di antaranya, bayi yang lahir normal itu tingkat kecerdasannya, kesehatan fisik dan mentalnya jauh lebih baik dibandingkan bayi yang tidak melalui proses kelahiran normal. Kenapa? Karena pada saat melahirkan normal, bayi itu akan melalui kontraksi dan ada tekanan dari tulang panggul ibunya. “Nah, itu fungsinya adalah untuk memeras otak anaknya sehingga saraf otaknya nyambung sinapnya sehingga semakin banyak sinap yang tersambung dan ini membuat semakin cerdas seseorang anak itu,” tuturnya. (cls)

