11 May 2026
HomeBeritaKesraManfaatkan Peluang dari Internet, dan Waspadai Bahayanya!

Manfaatkan Peluang dari Internet, dan Waspadai Bahayanya!

SHNet, Pontianak — Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat manusia kian bergantung pada internet dalam beraktivitas sehari-hari, bahkan untuk masalah keuangan sekalipun.

Pesatnya perkembangan internet tersebut melahirkan peluang baru yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Namun, di balik itu, tetap ada potensi kejahatan siber yang patut diwaspadai.

Demikian perbincangan yang mengemuka dalam webinar yang bertema “Sejahtera Lewat Dunia
Digital”, di Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin, yang diselenggarakan Kementerian
Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Webinar ini menghadirkan narasumber, yaitu Direktur PT Ruang Ide Komunikasi Iwan Setiawan; dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia Irwa Rochimah Zarkasi; dan Pengurus Bidang Komunikasi Publik Relawan TIK Provinsi Bali I Wayan Adi Karnawa.

Dalam paparannya, Irwa Rochimah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang sangat masif melahirkan sejumlah peluang, meski tantangannya pun tak kecil. Perubahan gaya hidup menjadi serba digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan berbagai aktivitas. Masyarakat pun semakin nyaman dan percaya melakukan aktivitas keuangan digital.

“Pesatnya perkembangan internet juga turut melahirkan ide baru dan orang-orang yang kreatif.
Dan di internet banyak sekali jenis orang kreatif tersebut, seperti mampu membedakan mana
hoaks dan mana yang bukan, menghasilkan pendapatan dari berkreasi di internet, memiliki
pikiran terbuka dan luas yang membantu memajukan negara dan masyarakat,” ujar Irwa.

Ragam profesi yang bergantung pada teknologi digital atau platform digital pun bermacam-
macam. Ia mencontohkan pembuat konten (content creator), vlogger dan blogger, pemain
game online, maupun berwirausaha lewat marketplace. Namun, tetap dibutuhkan kewaspadaan tinggi dalam beraktivitas di ruang digital.

“Kehati-hatian tersebut untuk mengantisipasi menjadi sasaran kejahatan siber, pencurian data,
penipuan online atau bahkan perundungan siber,” katanya.

Sementara itu, Iwan Setiawan mengingatkan, dalam beraktivitas di ruang digital, terapkan
prinsip SMART online. Yang ia maksud adalah pertama, safe atau tidak memberikan informasi
pribadi (nama lengkap, alamat rumah, pekerjaan, nomor telepon) kepada siapapun yang
ditemui, baik di dunia nyata atau di dunia digital.

Kedua, materials, yaitu tidak mengakses materi yang kurang patut di internet. Ketiga, accept, atau tidak menerima e-mail, file, atau pesan dari orang tak dikenal.

“Berikutnya adalah reliable, yaitu tidak semua yang kita baca di internet adalah benar. Periksa
informasi sebelum mempercayainya. Terakhir, tell atau beritahu orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya apabila menemukan sesuatu yang tidak pantas di internet,” ucapnya.

Agar produktif di ruang digital, I Wayan Adi Karnawa menyampaikan, sebaiknya menggunakan akses internet untuk memperoleh konten yang positif, memeriksa pengaturan privasi yang aman, membuat kata sandi yang kuat, jangan pernah mengungkap informasi atau data pribadi, berhati-hati terhadap berita palsu, dan validasi tautan yang mencurigakan.

“Seseorang dapat mencapai kecakapan digital jika tahu dan paham ragam perangkat lunak yang menyusun lanskap digital. Selain itu, individu harus mampu menyeleksi dan memverifikasi
informasi yang diperoleh dan menggunakannya untuk kebaikan diri sendiri dan sesama,” tutur I
Wayan.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan
Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. (Stevani Elisabeth)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU