SHNet, Jakarta– RS Medistra Jakarta resmi menghadirkan Revolution Apex Elite, teknologi CT Scan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menawarkan kecepatan, ketepatan, serta kenyamanan tinggi bagi pasien.
Alat canggih ini menjadi terobosan penting terutama dalam pemeriksaan jantung, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu tantangan terbesar dalam pencitraan medis.
Menurut dr. Monica Mangkuwerdojo, Sp.Rad, Revolution Apex Elite memiliki keunggulan utama dalam pemeriksaan jantung karena tidak bergantung pada keteraturan detak jantung, baik pada pasien dengan maupun tanpa aritmia.
“Alat ini mampu menghasilkan kualitas gambar yang sangat baik, bahkan pada pasien dengan detak jantung tidak teratur. Waktu pemindaian hanya 0,23 detik, sehingga pasien tidak perlu menahan napas lama seperti pada CT scan generasi lama yang bisa mencapai 8 detik,” jelas dr. Monica.
Teknologi ini menggunakan detektor selebar 16 cm yang dipadukan dengan software AI canggih, memungkinkan dalam 1 detik alat berputar dan menghasilkan 4–5 gambar jantung dalam satu siklus detak jantung.
Revolution Apex Elite juga dikenal sebagai Ultra Low Dose CT Scan, dengan paparan radiasi yang sangat rendah, hampir setara dengan pemeriksaan X-ray, serta tanpa memerlukan pembiusan. Hal ini membuat pemeriksaan menjadi jauh lebih aman dan nyaman.
Keunggulan lain, alat ini mampu menghasilkan gambar optimal pada pasien obesitas, yang selama ini sering menjadi kendala pada pemeriksaan CT konvensional.
Selain jantung, Revolution Apex Elite memberikan manfaat luas untuk berbagai pemeriksaan medis, antara lain:
• Mendeteksi pembengkakan sumsum tulang pada tulang belakang
• Mengidentifikasi perdarahan otak secara cepat dan akurat
• CT Thorax Low Dose untuk evaluasi paru
• CT TAVI untuk penilaian katup aorta
• CT Spektral untuk menilai komposisi batu ginjal dan membedakan batu asam urat dengan jenis lainnya
Prof. Teguh Santoso menegaskan bahwa Revolution Apex Elite adalah CT Scan yang sejak awal dikembangkan dengan AI sebagai fondasi utama.
“Dulu pemindaian dilakukan sepotong-sepotong lalu disambung. Sekarang cukup sekali scan. Aperture 16 cm dan detektor yang sangat cepat membuat risiko minimal dan hasil maksimal. Teknologi ini dirancang untuk bertahan dan tetap relevan hingga 10 tahun ke depan,” jelasnya.
Sangat presisi
Sementara itu, dr. Ardian Jahja Saputra, Sp.JP, menyebut kehadiran alat ini sebagai jawaban atas tantangan besar dalam dunia kardiologi.
“Selama hampir 20 tahun, CT scan jantung sering menjadi sumber frustrasi karena keterbatasan melihat pembuluh darah koroner dengan jelas. Dengan Revolution Apex Elite berbasis AI dari GE Healthcare, kami tidak frustasi lagi. Alat ini bukan hanya cepat, tapi sangat presisi dengan noise yang rendah,” ungkapnya.
Dengan dukungan tenaga ahli, termasuk Prof. Teguh Santoso, pemeriksaan pembuluh darah koroner kini dapat dilakukan dengan akurasi tinggi dan tingkat kepercayaan diagnostik yang jauh lebih baik.
Teknologi ini diharapkan menjadi standar baru pemeriksaan CT Scan, khususnya di bidang jantung dan organ vital lainnya di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, RS Medistra juga luncurkan Aplikasi Medistra sebagai bagian dari transformasi digital layanan kesehatan.
Aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan rumah sakit secara integrasi mulai dari pendaftaran, informasi layanan hingga akses hasil pemeriksaan secara lebih praktis dan efisien. (Stevani Elisabeth)

