SHNet,Jakarta-Dalam rangkaian memperingati seabad kelahiran sastrawan AA Navis, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar berbagai acara, salah satunya bedah buku buku berjudul “Mengenal A.A Navis Pengarang Yang Tak Senang Diam” karya Ivan Adilla dan sekaligus peluncuran buku “Melampaui Mata: Peran Penting Komunikasi Visual dalam Keputusan Konsumen” karya Arsa Widitarsa Utoyo yang dilaksanakan di Aula Sasadu, Gedung M.Tabrani, Badan Bahasa, Rawamangunn, Jakarta Timur, Rabu (24/07/2024).
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan (Kemendikbud) Muhammad Abdul Khak dalam sambutannya mengatakan, memperingati 100 tahun AA Navis, Badan Bahasa sudah menyelenggarakan rangkaian kegiatan sejak Maret 2024, meskipun waktu yang tepat 100 tahun A.A. Navis adalah 17 November 2024.
“Pada Maret lalu kita menggelaracara bedah buku, pertunjukan drama, dan pembacaan cerpen di Sumatera Barat,” ujar Abdul Khak sambil menambahkan bahwa Kantor BadanBahasa di tiap daerah juga mengadakan kegiatan terkait peringatan A.A Navis ini.
Abdul Khak menungkapkan, bahwa meski pendidikan formal A.A Navis hanya setingkat SMP, tapi karena rajin membaca dan menulis, maka lahirlah karya-karya yang bermutu bahkan melintas batas wilayah dan negara.
“Di Jakarta akan diperingati pekan A.A.Navis di TIM dan Perpustakaan Nasional. Bahkan di Prancis, UNESCO juga akan menggelar acara peringatan 100 tahun A.A.Navis ini,” kata Abdul Khak.

Peluncuran Buku Aspikom
Karena ada dua acara bersamaan, maka yang pertama adalah peluncuran buku “Melampaui Mata: Peran Penting Komunikasi Visual dalam Keputusan Konsumen” karya Arsa Widitarsa Utoyo dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) diterbitkan oleh Salemba 4 Jakarta.
Pada peluncuran buku ini selaian hadir penulis dan wakil penerbit, ada sambutan dari Ketua Aspikom Jakarta, Dr. Rini Sudarmanti. Dia mengatakan, buku yang diluncurkan merukan hasil dari workshop penulisan beberapa taktu lalu.
Karena banyak anak-anak SD yang hadir pada acara kemarin, Rini Sudarmanti mengatakan, sebaiknya memang kita harus banyak membaca buku agar lebih mudah memahami ilmu dan pengatahuan yang kita minati dan kahirnya akan lebih mudah menulis buku nantinya.
Secara seremonial, buku “Melampaui Mata: Peran Penting Komunikasi Visual dalam Keputusan Konsumen” kemudian diserahkan ke Bapak Abdul Khak dan kemudian foto bersama dengan penulis, pengurus Aspikom, dan wakil penerbit Salemba 4, Novieta.

Kisah A.A Navis yang Mendunia
Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Badan Bahasa, Rawamangun, pada Rabu (24/07/2024) agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena kemarin, puluhan siswa kelas 5 dan kelas 6 SD dari berbagai sekolah dan ddidampingi guru mereka, asyiik duduk di lantai karpet untuk mendengarkan kisah perjalanan hidup sastrawan terkemuka Indonesia, Ali Akbar Navis atau A.A Navis yang dibawakan oleh dua pegiat literasi yakni Edy Dimyati dari Kampung Buku/Kargo Buku dan Pipit Dwia dari Bukuku.Club , berdasarkan buku “Mengenal A.A Navis Pengarang Yang Tak Senang Diam” karya Ivan Adilla.
Sebelum narasi menarik bergantian dibawakan oleh kedua pegiat literasi itu, ada atraksi dongeng dari pendongeng bernama Rian Hamzah dari Sanggar Dongeng Anak Negeri yang sangat atraktif menceritakan perjalanan sastrawan dari Sumatera Barat ini.
Pendongeng dan narator dari Kampung Buku juga tak kalah menariknya, mengajak anak-anak dan hadirin untuk membaca kembali kisah dan karya A.A. Navis yang luar biasa. “A.A. Navis bisa menghasilkan karya yang hebat dan dibaca banyaka kalangan, karena dia selalu membaca, mengamati perkembangan, dan selalu berdialog dengan masyarakat. Jadi membaca itu penting sekali,” tandas Edy Dimyati.
Anak-anak dan hadirinbukan saja disuguhkan bedah buku yang bernas megenai sastrawan A.A Navis tetapi dihibur pula dengan penampilan musikalisasi puisi dari Komunitas Van der Wijck yang terdiri atas para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. mereka kerap tampil di acara sastra dan budaya di Badan Bahasa.(sur)

