20 May 2022
HomeBeritaPolitikRully Chaerul Azwar : Jika Pilpres-Pileg Serentak, Tak Diperlukan “Presidential Threshold”

Rully Chaerul Azwar : Jika Pilpres-Pileg Serentak, Tak Diperlukan “Presidential Threshold”

SHNet,Jakarta-Anggota Forum Konstitusi yang juga politisi senior Partai Golkar, Rully Chaerul Azwar menegaskan, ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) tidak diperlukan , apabila Pemilu Presiden atau Pilpres dan Pemilu Legislatif atau Pileg dilaksanakan secara bersamaan alias serentak. Sebaliknya syarat tersebut dibutuhkan jika Pilpres digelar setelah Pileg dan hasilnya sudah diketahui partai peserta pemilu mendapatberapa suara atau kursi di parlemen.

Namun, karena Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2014 telah menetapkan pelaksanaan Pilpres dan Pilpres dilakukan serentak, logikanya tidak diperlukan lagi dukungan partai politik di parlemen untuk pencalonan , tetapi ambang batas atau presidential threshold masih diisyaratkan. Dengan demikian, hitungan persen ambang batas itu angkanya dari mana? Sebab pada Pemilu serentak, hasil Pileg belum diketahui.

“Yang berlaku sekarang, menggunakan hasil Pemlu Legislatif 5 tahun sebelumnya. Ini sepertinya konyol dan tidak ada hubungannya komposisi hasil Pemilu Legislatif 5 tahun lalu dengan presiden terpilih. Siapa yang dapat menjamin komposisi hasil Pemilu 5 tahun sebelumnya dengan hasil Pemilu legislatif kemudian?” ujar mantan Anggota DPR/MPR RI , Rully dalam perbincangan Senin (24/1/2022).

Rully yang mantan Wakil Ketua PAH Khusus Badan Pekerja MPR dan juga mantan Koordinator Bidang Pemilu di PAH I  BP MPR mewakili Partai Golkar ini menceritakan latar belakang mengapa disepakati Pasal 6 A UUD 1945 tentang pengusulan pasangan Capres dan Cawapres dan Pasal 22 E Pemilu Legislatif.

Pasal 6A (ayat 1 dan 2) tersebut berbunyi:

(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabunganpartai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

Sedangkan Pasal 22 E (ayat 1 dan 2 ) berbunyi:

(1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.(2) Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Rully Chaerul Azwar

Memperkuat Sistem Presidensial

Lebih lanjut dikemukakan Rully, latar belakang disepakatinya Pasal 6A dan Pasal 22 E ini adalah untuk memperkuat sistem presidensial kita yakni presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung didukung oleh partai-partai politik peserta pemilu yang relatif cukup kuat di parlemen, yang memiliki kursi mayoritas. Sehingga presiden terpilih dapat membentuk pemerintahan yang efektif dan stabil.

“Jadi legitimasi presiden terpilih cukup kuat dan pemerintahan yang dibentuk stabil serta efektif. Dengan  stabilitas dan efektivitas pemerintahan itu diharapkan dapat bekerja mewujudkan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah Rully

Karena itulah, tandas Rully, Pasal 6 A mengisyaratkan pencalonan presiden  harus diajukan oleh partai politik peserta pemilu dan bukan perorangan. Tujuannya, agar ada pertanggungjawaban. Kedua, untuk mendapatkan kekuatan di parlemen dari partai-partai peserta pemilu yang mencalonkan pasangan presiden-wapres,maka idealnya diusulkan partai peraih suara terbanyak dan juga gabungan partai.

“Nah, berbicara soal syarat ambang batas yang angkanya semakin tinggi, bagaimana mungkin hal itu dilakukan apabila pemilunya dilakukan secara serentak? Sebab jika serentak, hasil pemilu legislatifnya kan belum diketahui. Jadi, jika pemilu serentak tidak diperlukan syarat ambang batas itu. Berbeda jika pemilu legislative lebih awal, hasilnya dketahui, lalu Pilpres dengan sejumlah syarat ambang batas, itu tak masalah,” papar Rully menegaskan kembali alur pemikiran dengan latar belakang pembahasan Pasal 6A dan 22 E dalam proses amendemen UD 1945 pasca reformasi itu. (sur)

 

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU