22 May 2022
HomeBeritaHukumGerebek Kantor Pinjol di PIK, 99 Orang Diamankan

Gerebek Kantor Pinjol di PIK, 99 Orang Diamankan

 

SHNet, Jakarta – Polda Metro Jaya melalui Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengamankan 99 karyawan saat menggerebek kantor Pinjaman Online (Pinjol) di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 , Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menegaakan pihaknya berhasil mengamankan 99 orang karyawan di Ruko nomor 7 dijadikan kantor Pinjol.

“Hari ini tepat pukul 19.05 WIB tim dari subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah mengamankan kegiatan pinjaman online ilegal yang berada di PIK 2,” kata Zulpan kepada wartawan, Rabu (26/1/2022). di lokasi pengerebekan, Jakarta Utara,

“Hari ini kami mengamankan 1 orang manajer yang bertanggung jawab di sini. Dan 98 karyawan. mereka ini semua mengoperasional sebanyak 14 aplikasi pinjol ilegal,” jelasnya .

Lebih lanjut Zulpan mengungkapkan, mereka membagi tugasnya menjadi dua, ada bertugas sebagai tim reminder sebanyak 48 orang.

“Jadi satu dua hari sebelum jatuh tempo tim reminder yang berjumlah 48 orang ini bertugas mengingatkan melalui media komunikasi , sedangkan 50 orang lainnya adalah tim untuk mengingatkan atas keterlambatan para peminjaman atau kreditur., jelas Zulpan.

“Jadi (mereka) dibagi beberapa kategori. Yaitu keterlambatan 1 sampai 7 hari ada timnya sendiri.Kemudian keterlambatan 8 sampai 15 hari ada timnya sendiri yang mengingatkan,” sambungnya

Diketahui sejumlah aplikasi pinjaman online (pinjol) yang dikelola antara lain Uang Aman, Pinjaman Terjamin, Go Kredit, Dana Induk/Indo, serta Dana Online.

Zulpan menambahkan, para karyawan tidak segan untuk melakukan tindakan pelanggaran hukum jika peminjam telat membayar hutang pinjaman online, salah satunya dengan memberikan ancaman.

“Tindakan hukum diantaranya pengancaman, mengupload hal yang bisa menurunkan harkat dan martabat peminjam, dan lain sebagainya,” bebernya.

99 karyawan pinjol tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kegiatan pinjol ini ilegal karena tidak ada izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan tentunya melanggar ketentuan hukum khususnya UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” pungkasnya. (mayhan)

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU